Pengantar Dokrin ttg Dosa


Tujuan:
Peserta mengerti definisi dosa, aspek dosa dan dampak dosa.
Peserta menyadari karakter Allah yang tidak kompromi dengan dosa manusia namun mengasihi manusia
Peserta memahami keberdosaan dirinya dan kesia-siaan usaha manusia untuk lepas dari belenggu dan penghukuman dosa.


Definisi Dosa
            Secara sederhana, dosa adalah pelanggaran hukum Allah. 1Yoh. 3:4  “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” Kata “dosa” dalam ayat ini berasal dari kata Yunani, hamartia, yang berarti “meleset dari sasaran.” Seorang yang berdosa adalah seorang yang meleset dari standar yang Allah tetapkan atau gagal mencapai standar Allah. Pelanggar Hukum Allah berasal dari kata Yunani, anomia, yang juga berarti tanpa atau anti hukum Allah. Seorang yang dikatakan berdosa karena ia tidak hidup sesuai hukum, anti hukum Allah, menolak hukum Allah.
                       
Kejatuhan Manusia Pertama dan Dosa Asali
            Allah mulanya menciptakan manusia baik dan tanpa dosa (Kej. 1). Akan tetapi Adam dan Hawa, menuruti bujukan ular untuk melanggar hukum Allah, dan memakan buah pohon pengetahuan itu (Kej. 3). Karena pelanggaran ini Adam dan Hawa berdosa. Dan semua orang yang berasal dari Adam dan Hawa berdosa. Roma 5:12, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Keberdosaan keturunan Adam dan Hawa sudah ada bahkan dalam kandungan (Mzm. 51:5). Semua manusia berdosa, kecuali Yesus Kristus (Rm. 3:23; Ibr.4:15)
           
Aspek Dosa
            Kejatuhan telah meracuni setiap kemampuan manusia, sehingga seluruh keberadaan manusia ternoda dosa. Pikiran kita menolak kebenaran Allah (1Kor. 2:14); Perasaan telah tumpul sehingga tidak sensitif lagi terhadap dosa (Ef. 4:19); Perkataan dan perbuatan penuh dengan dosa (Roma 3:13-16). Hati kita adalah hati yang licik (Yer. 17:9). Keberdosaan manusia bukan hanya untuk pelanggaran yang terlihat tetapi bahkan yang tidak terlihat (Mat. 5:21-22; 27-28). Jadi seluruh aspek hidup manusia telah jatuh ke dalam dosa.

Dampak/Akibat Dosa
            Beberapa akibat dari kejatuhan manusia ke dalam dosa: pertama, rusaknya hubungan pribadi, sosial dan global. Egoisme memasuki kehidupan manusia, konflik, kejahatan, peperangan, eksploitasi dan pengrusakan alam. Kedua, kesakitan dan berbagai penderitaan memasuki kehidupan manusia (Kej. 3:16-19); Ketiga, Manusia mengalami kematian:
-          Kematian jasmani – ketepisahan jiwa dan raga yang dialami semua manusia (Kej. 3:19;Yak.2:26)
-          Kematian Rohani – keterpisahan dari Allah, ketidakmampuan memahami kebenaran dan kehendak Allah. Ini merupakan kondisi dari orang-orang yang tidak percaya yang hidup saat ini (Ef. 4:17-18)
-          Kematian Kekal – Keterpisahan secara permanen dari Allah di Neraka, tujuan akhir dari semua orang yang menolak karya penebusan Kristus (Luk. 12:5)
 
Kesia-siaan Usaha Manusia Menyelamatkan Diri
            Apakah manusia tidak dapat menyelamatkan diri? Manusia berusaha menyelamatkan dirinya dengan melakukan perbuatan baik. Tetapi tuntutan Allah adalah sempurna (Mat. 5:48; Mat. 19:17). Allah ingin kebaikan yang sempurna, namun manusia tidak sanggup memenuhi tuntutan Allah. Di mata Allah kesalehan manusia seperti kain kotor, karena manusia pada hakekatnya adalah berdosa (Yes. 64:5b-6). Bahkan Alkitab menegaskan bahwa Perbuatan baik tidak menyelamatkan manusia (Ef. 2:8-9; Tit. 3:5).
             
Karakter Allah dan Keberdosaan Manusia
            Beberapa tinjauan keberdosaan manusia dalam sudut pandang karakter Ilahi:
-          Kekudusan Allah. Allah adalah kudus karena itu orang yang berdosa tidak dapat menghampiri Allah. Orang yang melanggar kekudusan Allah akan mati. Seorang yang berdosa yang hendak datang kepada Allah harus melalui proses pengudusan atau penyucian (Yes. 6:1-7)
-          Keadilan Allah. Allah itu Adil. Keadilan Allah menuntut setiap orang yang berdosa harus dihukum (Kel 34:7)
-          Kasih Allah. Allah adalah kasih. Ia mengasihi manusia. Meskipun Allah membenci dosa manusia, tetapi ia mengasihi manusia ciptaannya (Yer. 31:3).
Karakter-karakter Allah ini nampak bertentangan (paradoks tetapi tidak kontradiksi) jika dikaitkan dengan keberdosaan manusia. Paradoks adalah hal-hal yang nampak bertentangan tetapi sesungguhnya tidak, sedangkan kontradiksi adalah hal-hal yang memang bertentangan.


Sumber:
·         5 Menit Teologia, Dr. Rick Cornish
·         The Moody Handbook of Theology, Paul Enns
·         Pertanyaan tentang Iman Kristen Dijawab dari Alkitab, Derek Prime


Pertanyaan Diskusi Kelompok:
1.      Dalam aspek apa saudara sering berbuat dosa (pikiran, perasaan, perbuatan; yang terlihat atau tak terlihat)? Berapa kali rata-rata saudara berdosa setiap harinya? Selama hidup, berapa kira-kira dosa yang telah saudara lakukan (dosa sehari × 30 hari × 12 bulan × usia saat ini)?
2.      Bagaimanakah dosa merusak hubungan saudara dengan Allah?
3.      Bagaimanakah dosa merusak relasi saudara denga sesama dan alam semesta?
4.      Menurut saudara, bagaimana manusia terbebas dari kematian rohani?