Berperilaku Adil dan Jujur (Amos 8:4-8)

Chick-fil-A, salah satu restoran cepat saji yang terkenal dengan lebih dari 1.000 gerai yang tersebar di wilayah USA, punya aturan untuk tutup toko pada hari Minggu. Restoran yang didirikan Truett Cathy pada tahun 1946 itu tutup pada hari Minggu agar karyawannya punya waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan bisa pergi ke gereja.  Aturan ini masih berlaku hingga kini.
Semboyan Cathy dalam usahanya adalah “utamakan orang dan prinsip dulu, baru keuntungan.”  Semboyan alkitabiah ini diejawantahkan pada dirinya sendiri dan di dalam usaha yang dibangunnya. Semboyan ini ia terapkan ketika memberi perintah maupun ketika mempekerjakan seseorang. Prisnsip-prinsip Alkitab terus diupayakan Cathy dalam menjalankan hidup dan usahanya.
Cathy tidak hanya mengalami damai, sukacita dan kasih dalam kehidupan pribadinya, tetapi juga dalam keluarga besarnya. Prinsip hidupnya yang indah itu membuat perbedaan dalam hidup anak-anak, cucu-cucu, anak-anak asuh, serta karyawan dan karyawatinya.  Ia telah meninggalkan warisan yang sangat berharga, yaitu tentang bagaimana melakukan segala sesuatu dengan benar (David McCasland-alkitab.sabda.org).
Semboyan Truett Cathy sangatlah bertolak belakang dengan kehidupan para penindas yang dikecam nabi Amos dalam perikop ini. Para penindas ini tidak mengutamakan orang dan prinsip Alkitab di atas keuntungan. Sebaliknya, mengutamakan keuntungan melebihi manusia dan prinsip Alkitabiah. Mereka berlaku tidak adil dan tidak jujur dengan menipu orang lain, menindas orang miskin, dan memperbudak sesamanya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya (ay. 4-6).
Mereka tidak sabar menjalani bulan baru dan hari Sabat (ay. 5). Karena menurut hukum Taurat pada waktu-waktu ini orang tidak diperkenankan bekerja, selain menyembah Tuhan dan mempersembahkan kurban kepada-Nya (Ul. 28:9-15). Para penindas itu ingin agar bulan baru dan hari Sabat bisa cepat-cepat berlalu, sehingga mereka dapat kembali menindas dan memperdaya orang lain untuk mendapatkan keuntungan.
            Apakah TUHAN berdiam diri dan membiarkan  para penindas ini terus-menerus melakukan kejahatan mereka?    Tidak!  Tuhan berfirman dengan tegas, “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!” Tuhan akan menghukum mereka pada waktunya. Para penindas tidak akan dibiarkan begitu saja. Ada penghukuman telah disiapkan oleh Tuhan.
Abraham Lincoln mengatakan, “Engkau dapat memperdaya beberapa orang pada sepanjang waktu, atau memperdaya semua orang pada beberapa waktu, tetapi engkau tidak dapat memperdaya semua orang selamanya” (“You can fool some of the people all the time, and all of the people some of the time, but you cannot fool all of the people all of the time”).
            Sesuai dengan tema perenungan kita minggu ini, marilah kita bersama-sama menguji diri di hadapan Allah: Sudahkah kita berbuat sesuai dengan ajaran Tuhan? Sudahkah kita berlaku adil dan jujur kepada keluarga, teman, tetangga, atasan, atau bawahan kita?  Allah mengasihi dan memberkati orang yang berlaku adil dan jujur, tetapi menghajar mereka yang berbuat jahat.
Biarlah Roh Kudus menolong kita untuk berlaku adil dan jujur di dalam segala sesuatu. Amin

“Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di surga.” (Kolose 4:1)