REGENERASI: Membentuk Tim Pelayan (Kel. 18:13-26)


Kekuatan dan kemajuan pelayanan akan lebih optimal bila pelayanan dikerjakan oleh suatu tim yang solid dan berkualitas. Tanpa tim, seorang pemimpin dapat mengerjakan hal-hal yang baik, tetapi tidak lebih baik dari pemimpin yang bekerja dalam tim.
                Ketika Yitro mengunjungi menantunya Musa, ia melihat kurang optimalnya pelayanan yang dikerjakan oleh Musa, “Tidak baik seperti yang kaulakukan itu. Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja” (ay. 17-18). Karena itu Yitro menyarankan Musa untuk mengorganisasi suatu tim pelayan yang bertujuan mengoptimalkan pelayan.
                Membentuk tim pelayan bukan sekedar menghimpun sejumlah orang mengerjakan suatu pelayanan. Tetapi lebih dari pada itu, pembentukan tim pelayan tidak boleh mengabaikan kualifikasi dari seorang pelayan dan manajemen yang baik. Yitro menyarankan Musa untuk mencari , “orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap ...” Lalu menempatkan mereka sebagai pemimpin-pemimpin dalam kelompok seribu, seratus, lima puluh dan sepuluh orang sesuai kapasitas mereka (ay. 21)
                Tanpa kualifikasi dan manajemen yang baik, tim pelayan akan malah memperburuk pelayanan. Orang yang sedianya diharapkan mengoptimalkan pelayanan, justru menjadi sumber masalah dan menjadi penyebab kemunduran pelayanan.
                Diperlukan seorang pemimpin seperti Musa, yang terbuka untuk bekerja sama dalam tim dan mempunyai kepekaan melihat orang-orang yang berkualitas untuk mengerjakan pelayanan bersama (ay. 24-26). Pemimpin yang mampu bersikap demikian akan dapat mengerjakan pelayanan dengan lebih baik dan orang-orang akan mengalami pelayanan yang lebih baik pula (ay. 23).
                Kepemimpinan yang demikin, yang terbuka untuk bekerja dalam tim dan kepekaan melihat orang-orang berkualitas untuk ditempatkan melayani, juga diterapkan oleh para rasul dalam kepemimpinan gereja mula-mula (baca Kis. 6:1-7). Para rasul ingin pelayan berjalan dengan optimal karena itu mereka membentuk tim pelayan dari orang-orang yang berkualitas untuk bersama-sama membawa pelayanan ke arah yang lebih baik. Dan hasilnya, “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya” (ay. 7).