Dicipta untuk Suatu Tujuan (Ester 4:13-14)


Rick Warren menyatakan bahwa kita ditempatkan di bumi untuk member sumbangsih. Kita tidak diciptakan hanya untuk menghabiskan sumber daya (makan, bernafas, memenuhi tempat), tetapi kita terlebih dirancang untuk mengadakan sesuatu yang berbeda melalui kehidupan kita. Seorang percaya dipanggil ke sebuah tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, sebuah fungsi untuk dilaksanakan yang dapat memberi arti dan nilai yang luar biasa dalam kehidupannya.

             Ester adalah salah satu dari tokoh Perjanjian Lama yang memberi arti dan luar biasa dalam kehidupannya, kehidupan bangsanya dan kerajaan Allah. Kisah kehidupan Ester bisa dikatakan kehidupan tragis yang berubah menjadi kehidupan fantastis. Hanya dalam waktu kurang dari empat tahun, seorang gadis Yahudi yatim piatu yang hidup di pembuangan di negeri asing bersama pamannya (2:5-7) menjadi seorang ratu yang mengenakan mahkota kerajaan di kepalanya, menjadi orang yang terpandang di seluruh kerajaan (2:17-18).

            Apakah kehidupan Ester adalah suatu kehidupan yang terjadi kebetulan, yang tanpa tujuan? Di Pasal 3 dinyatakan bahwa seorang pembesar bernama Haman ingin memusnahkan bangsa Yahudi karena iri hati. Hari pembinasaan telah ditetapkan dengan terencana dan terstruktur. Dan siapakah yang dapat menyelamatkan bangsa Yahudi dari hari pembinasaan itu?

            Pasal 4:13-14, adalah suatu panggilan bagi Ester untuk memberi arti dan nilai yang luar biasa dalam kehidupannya. Ester diperhadapkan pada pilihan: untuk mengisi kehidupan dengan nyaman dalam istana dengan segala kemewahan dan kemuliaannya atau untuk mengambil peran yang beresiko untuk menyelamatkan bangsanya dari kebinasaan. Ini bukan pilihan yang mudah, namun menentukan apakah kehidupannya akan berarti dan bernilai. Pamannya, Mordekhai, mengajaknya melihat bahwa Allah membentuknya menjadi seorang ratu untuk suatu tujuan, di suatu saat, “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai seorang ratu.”

Ester menyadari maksud kisah kehidupannya, ia menyadari panggilannya dan ia mengambil peran dalam upaya penyelamatan bangsanya. Kisah selanjutnya dalam kitab ini menyatakan bagaimana Ester berhasil membujuk raja untuk mengeluarkan keputusan yang berujung pada penyelamatan bangsanya dari pembinasaan yang direncanakan oleh Haman. Ester dikenang sebagai tokoh yang menyadari panggilan hidupnya dan mengambil peran dalam penyelamatan bangsanya.

Kita juga dipanggil ke sebuah tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, sebuah fungsi untuk dilaksanakan supaya kehidupan kita memberi arti dan nilai yang luar biasa.

Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh,
supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.
Sebab jikalau kamu melakukannya,
kamu tidak akan pernah tersandung (2Pet.1:10)
           
                                             
Refleksi lebih lanjut:
Bagaimana mengetahui tempat, tujuan, peran dan fungsi panggilan saudara? Bersediakan saudara menjalani panggilanmu apapun resikonya?