Metamorfosis Kristiani (Mzm. 139:4, 23; 1Pet 3:10; 1Sam 16:7; 1Sam 3:1-11)

Dalam pelajaran biologi mengenai kehidupan serangga, dikenal istilah metamorphosis. Metamorfosis adalah proses perkembangan fisik yang dialami serangga mulai dari kecil/telur hingga dewasa. Metamorfosis pada serangga dibagi menjadi dua bagian: hemimetabola dan holometabola – atau metamorphosis tidak sempurna & Metamorfosis sempurna. 

Apakah perbedaan kedua metamorfosis ini (belalang&kupu-kupu)? Perbedaannya terletak pada ada tidaknya perubahan yang radikal/total pada tahapan metamorfosis

Hari ini kita akan belajar tentang "metamorfosis" hidup orang percaya. Paling tidak ada 4 perubahan hidup yang dialami oleh orang yang sungguh-sungguh mempersembahkan hidupnya pada Tuhan.

1-2. Perubahan pikiran & perkataan

Mari kita membaca Mazmur 139 : 23, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.” Ayat ini menunjukkan kerinduan terdalam sang Pemazmur supaya Allah memperbaharui hati dan pikirannya agar sejalan dengan kehendak Allah.
Seorang Kristen yg sejati merindukan & berusaha agar pikiran-pikirannya sejalan dengan kehendak Allah. Jika sebelumnya ia memikirkan kepentingan duniawi berubah menjadi kepentingan yang kekal. Jika sebelumnya ia memikirkan rancangan jahat berubah menjadi rancangan kebaikan dan damai sejahtera. Jika sebelumnya ia memikirkan kemabukan, pesta pora, percabulan dan berbagai kecemaran berubah menjadi penguasaan diri, kesederhanaan dan kekudusan. Ada “metamorphosis sempurna” di dalam pikiran orang percaya.
Selain itu, ada juga perubahan yang terjadi dalam perkataannya. Mari kita membaca mzm. 139:4, “Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN” dan  1Pet 3:10, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu”
Tuhan mengetahui apa yang kita ucapkan karena itu kita perlu berhati-hati. Seorang Kristen yang sejati, berusaha keras untuk mengontrol dengan baik apa yang keluar mulutnya, yaitu ucapannya. Seorang Kristen akan berpikir dua kali sebelum mengeluarkan perkataan. Jika dahulu dia orang yang ketus – tajam, keras & lancang – berubah menjadi orang yang bijak. Jika dahulu ia suka menggerutu berubah menjadi suka berdoa. Jika dahulu yang keluar dari mulutnya kebun binatang berubah menjadi kebun buah-buahan.

Ilustrasi 
                Dalam buku Words Can Change Your Brain, Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman menyatakan bahwa kata-kata yang positif dan negatif memengaruhi kerja otak manusia. Jika pikiran dipenuhi dengan kata-kata negatif maka itu akan memengaruhi pusat rasa takut di otak, yang kemudian melepas banyak hormon stress dan pada akhirnya menghentikan kerja pusat logika, dampaknya menghasilkan sikap yang tidak realistis menghadapi hidup, stress, selalu curiga dan ragu-ragu bertindak.
                Sebaliknya jika pikiran dipenuhi kata-kata positif maka itu akan memengaruhi pusat motivasi di otak untuk bertindak. Jika kata-kata positif dipertahankan di otak maka itu akan menghasilkan sikap yang lebih mampu menghadapi kenyataan hidup, penuh motivasi, mempunyai persepsi diri yang positif dan berinteaksi baik dengan orang lain.

Refleksi
                Apa yang paling banyak kita pikirkan: kata-kata positif atau negatif? Perubahan yang radikal terjadi pada pemikiran seseorang yang menyerahkan hidupnya pada Tuhan. Jika sebelumnya pikirannya dipenuhi hal-hal yang negatif berubah menjadi hal-hal yang positif. Pikiran yang lebih positif merupakan tanda kehidupan seorang yang menyerahkan hidupnya pada Tuhan.

3-4. Perubahan pandangan & pendengaran

                Selanjutnya seorang yang sungguh sungguh mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan akan mengalami perubahan pandangan dan pendengaran.
Mari kita membaca 1Sam. 16:7, “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Ayat ini ditulis dalam konteks pemilihan raja Israel yang akan menggantikan Saul. Calon raja itu berasal dari keturunan Isai. Allah memberitahukan kepada Nabi Samuel agar ia tidak menilai calon raja dari fisik yang kelihatan melainkan kualitas hatinya.
Seorang Kristen sejati menilai kualitas hati bukan kualitas fisik. Jika dulu standarnya memilih teman/sahabat adalah penampilan fisik berubah menjadi pilihan berdasarkan karakter seseorang. Jika dahulu ia selalu ikut apa maunya teman – tidak peduli benar atau salah – berubah menjadi ikut apa maunya Tuhan, meskipun harus mengorbankan pertemanan.
Bukan hanya pandangan yang berubah, tetapi juga pendengaran. Dalam kisah hidup Samuel di 1Sam. 3:1-11, ada perubahan kemampuan mendengar suara TUhan yang dialami Samuel. Jika sebelumnya ia tidak mengenali suara Tuhan – setelah dijelaskan oleh Imam Eli – berubah menjadi seorang yang mampu mendengar panggilan Tuhan. Bahkan Samuel menjadi seorang yang dengar-dengaran dan taat pada suara Tuhan.
Seorang Kristen sejati sungguh menyeleksi apa yang dia dengar: sesuatu yang baik, membangun, sesuai kehendak Tuhan. Jika dahulu ia medengar apa saja, menerima apa saja berubah menjadi pribadi yang selektif mendengar. Jika dahulu ia suka mendengar nasihat/pendapat teman yang berkarakter buruk berubah menjadi orang yang hanya mau mendengar nasihat dari teman yang bijak & berkarakter baik. Jika dulu Ia senang mendengar music yang liriknya tidak memprovokasi melakukan hal yang buruk berubah menjadi seorang yang senang mendengar music dengan lirik yang benar dan sesuai kehendak Tuhan

Ilustrasi
                Siapa yang suka mendengar music? Ada penelitian yang dilansir berkaitan dengan pengaruh music bagi kehidupan.
1. Musik rap bikin kreatif. Musik rap mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan kreativitas dan lahirnya ide-ide cemerlang. 
2. Musik klasik bikin focus. Peneliti dari Stanford University menunjukkan musik klasik akan membantu pikiran lebih fokus dan dapat memilah informasi. Nada yang ada dalam musik klasik dapat mempertajam otak, sehingga lebih mudah untuk berkonsentrasi.
3. Musik enerjik tingkatkan semangat 
Musik memengaruhi sistem saraf pusat untuk melakukan kegiatan sekaligus membantu mengalihkan pikiran Anda dari ketidaknyamanan. Penelitian menunjukkan musik energik cocok didengarkan saat melakukan aktivitas yang cukup berat. Nada cepat yang ada dapat membangun semangat dan memberi inspirasi untuk aktif.
4. Lagu favorit membuat Anda jadi lebih baik
Mendengarkan lagu yang Anda sukai dapat memicu pelepasan dopamin, sebuah neurotransmitter di otak yang dapat meningkatkan rasa senang. Jadi, sering-seringlah mendengarkan lagu favorit agar mood Anda semakin baik.
5. Nada tertentu dapat menyembuhkan Anda
Sebuah studi di University of Kentucky memaparkan ada seorang pasien yang mendengarkan musik yang lembut sebelum, selama dan setelah operasi. Ternyata setelah mendengarkan musik tersebut, rasa nyeri dan kecemasan pasien berkurang, sehingga hanya memerlukan sedikit obat penenang. Dan sebaliknya musik keras bisa menimbulkan rasa jengkel bagi yang mendengarnya.

                Kalau kita suka music itu mempunyai manfaat bagi hidup kita. Manfaat itu akan membangun iman kita jika lirik/kata-kata dalam music tersebut positif dan sesuai kehendak Tuhan. Meskipun kita suka music kalau liriknya penuh dengan kebencian, memprovokasi melakukan hal negatif, vulgar dll maka itu tidak akan membangun iman kita, sebaliknya membuat kita jauh dari Tuhan.
                Marilah kita melakukan metamorphosis pada apa yang kita dengar. Jika sebelumnya kita membiarkan diri kita mendengar sesuatu yang tidak baik, tidak benar, mari bersama kita ubah. Biarlah kita mendengar sesuatu yang lain dan berkenan bagi Allah. Itulah perubahan yang seharusnya terjadi dalam diri orang yang menyerahkan hidupnya kepada Allah.

Sumber: 
http://health.kompas.com/read/2013/12/05/1632286/Pilihan.Kata.Bisa.Mengubah.Fungsi.Otak
http://www.merdeka.com/sehat/5-manfaat-musik-dalam-kehidupan.html