DESEMBERNYA WANITA (Kejadian 3:6; Lukas 1:38)

            Menarik untuk sejenak merenungkan sosok wanita di bulan Desember 2015. Diawali pada 10 Desember 2015, kabar menghebohkan menghiasi berbagai portal berita dengan terungkapnya praktek prostitusi yang melibatkan artis wanita NM. Perdebatan penting seputar berita ini adalah apakah NM merupakan korban atau pelaku aktif dalam praktek prostitusi ini. Jika saja NM merupakan pelaku aktif – dugaan saya iya – maka tentu saja ini menimbulkan image buruk bagi diri NM sendiri, bagi para artis wanita dan bahkan sosok wanita pada umumnya. Namun demikian, potret wanita segera kembali dipulihkan dengan baik pada tanggal 22 Desember 2015 yang kita tahu sebagai hari ibu. Hari Ibu membawa kita mengenang sosok wanita yang rela mengorbankan dirinya demi kebaikan kita. Image wanita yang sempat dikoyakkan oleh kasus NM, terajut kembali oleh peringatan hari ibu.
            Desember 2015 mengajak kita melihat wanita dalam dua potret yang berbeda. Potret wanita haus akan kesenangan diri (bad woman) dan potret wanita yang rela mengorbankan diri (good woman).
            Lebih menarik lagi, bagi umat Kristiani, karena di bulan Desember ini kita merayakan Natal. Wanita merupakan tokoh penting dalam narasi natal. Kelahiran Yesus, Juruslamat dunia, sesungguhnya berkaitan erat dengan the bad and the good women yang pernah ada dalam sejarah umat manusia.

Hawa, The Bad Woman
            Hawa adalah seorang wanita pertama yang dari rahimnya berasal umat manusia. Hawa berperan penting dalam salah satu peristiwa kelam dalam sejarah umat manusia. Kejadian 3:6 mencatat bahwa Hawa yang diperdaya oleh ular, memutuskan untuk mengambil, memakan dan memberikan kepada Adam, buah pohon yang telah dilarang oleh Tuhan untuk dimakan. Pilihan dan keputusan Hawa telah membawa semua umat manusia yang berasal dari rahimnya masuk ke dalam penghukuman Allah.         
            Potret wanita dalam diri Hawa adalah potret wanita yang rapuh, mudah terpedaya oleh tipu muslihat. Hawa merupakan tipologi wanita yang mencari kesenangan diri dan memuaskan hatinya dengan sesuatu yang melanggar titah Allah. Hawa adalah tipe wanita yang membawa kesengsaraan bagi orang lain.
            Potret Hawa merupakan potret sebagian wanita masa kini. Kerapuhan Hawa tercermin dalam kehidupan para wanita yang begitu mudah jatuh oleh bujuk rayu dosa, terbiasa melanggar kebenaran demi pencarian kesenangan dan kenikmatan diri, rela mengorbankan dan menyengsarakan keluarganya oleh pilihan dan keputusannya yang egoistik dan hedonis.

Maria, The Good Woman
            Maria adalah seorang wanita sederhana, kritis dan penurut. Dari rahim Maria lahir Yesus, Penyelamat umat manusia. Dialog Maria dan malaikat dalam nukilan pemberitahuan tentang kelahiran Yesus (Lukas 1:26-38) menunjukkan bahwa ia adalah wanita yang kritis yang mencoba memahami kehendak Allah atas dirinya. Perannya sebagai ibu Yesus bukan pilihan yang menjanjikan kepuasan dan kesenangan diri. Kebahagiaan baginya tidak lain hanyalah kehendak Allah terjadi. Perkataannya di Lukas 1:38, “sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” menggambarkan dengan jelas tipe wanita seperti apakah dia.
            Potret wanita dalam diri Maria adalah potret wanita yang kritis dan senantiasa mencari pengertian. Wanita seperti ini tentu saja tidak mudah larut dalam tipu daya. Maria adalah wanita yang menempatkan kehendak Allah jauh di atas kesenangan dan kepuasan diri. Ia adalah tipe wanita yang rela mengorbankan dirinya demi kehendak Allah dan keselamatan orang lain.
            Potret Maria juga telah menjadi potret sebagian wanita masa kini. Karakter kritis Maria hidup di dalam diri para wanita berusaha menemukan dan memahami maksud Allah atas hidupnya. Para wanita ini tidak mudah terbawa arus dan tipu daya kehidupan. Para wanita peniru Maria senantiasa menjadikan ketaatan pada kebenaran sebagai sumber kepuasan dan kesenangan dirinya dan bukan dari materi dan kenikmatan duniawi. Para wanita pemilik image Maria rela mengorbankan diri demi keselamatan dan kebahagiaan keluarganya.

            Sosok wanita di bulan Desember 2015: wanita yang bagaimanakah engkau kini dan kelak? The bad or the good one?    

Dipersembahkan untuk anak gadisku dan isteriku yang berulang tahun di bulan Desember 2015.

Sherryl Vierry Sanga (12-12) dan Merry Christiana Simatupang (21-12)