Anugerah Terindah (Yoh. 3:14-21) - Khotbah Jumat Agung

Jika saudara ingin diberi hadiah, hadiah apa yang paling saudara inginkan?
  •  Beberapa waktu yang lalu lembaga survei ternama di Amerika bernama Nielsen. Mengadakan jajak pendapat tentang hadiah yang paling diinginkan oleh anak-anak di Amerika menjelang natal tahun 2011.
  • Survei tersebut mengelompokkan anak-anak usia 6-12 tahun dan anak-anak di atas 13 tahun.
  • anak-anak usia 6-12 à iPad (44%), iPod touch (30%) (sisanya ingin pispot hehehe) dan iPhone (26%)
  • Pada kelompok anak usia di atas 13 tahun, Apple iPad masih menjadi barang pilihan nomor satu dengan persentase 24%,

Hadiah apa yang saudara inginkan? Nilai yang baik, lulus dengan cepat, pekerjaan, pacar, orangtua sehat

Menginginkan hal-hal tersebut sebagai hadiah adalah sesuatu yang wajar. Tetapi hadiah yang seharusnya diinginkan oleh setiap orang adalah hadiah keselamatan (atau kalau dalam kalimat tema kita Anugerah keselamatan)

Mengapa anugerah keselamatan seharusnya paling diinginkan? Karena anugerah keselamatan adalah anugerah paling indah.

Ø  Anugerah Keselamatan adalah hadiah terindah karena hadiah itu dibayar dengan darah Yesus, nyawa Anak Allah sendiri. Kualitas suatu hadiah terlihat dari apa yang dikorbankan ketika mempersiapkan hadiah itu. Yesus disalibkan supaya engkau dapat hadiah itu (ay. 14).
o   Di ayat 14 dinyatakan “sama seperti Musa ... demikian juga anak manusia harus ditinggikan.” Kisah Musa meninggikan ular itu ada di Bilangan 21:4-9, mari kita lihat!
o   Ketika Israel yang jahat ini dihukum Allah dengan mengirim ular tedung membunuh mereka. Allah memberikan jalan keselamatan dengan menyuruh Musa memasang ular tembaga pada sebuah tiang – dalam bahasa Injil Yohanes ditinggikan. Siapa yang melihat ular yang ditinggikan itu selamat meskipun telah digigit ular itu.
o   Peninggian Ular itu disejajarkan dengan peninggian Yesus di kayu salib. Bandingkan dengan Yoh. 12:32. Siapa yang “memandang” Yesus yang tersalib itu akan diselamatkan dari kebinasaan. Memandang itu analogi dari percaya.  
Ø  Anugerah keselamatan itu merupakan hadiah paling indah karena hadiah itua adalah hidup yang kekal. Hidup kekal artinya hidup yang tidak berkesudahan. Hadiah yang tidak dibatasi tren zaman dan perkembangan teknologi. Karena bersifat kekal (ay. 15).
o   Seringkali juga orang mempertanyakan kepastian keselamatannya karena kurang memahami arti “kekal.”
o   Kekal berarti selalu ada dan akan tetap ada, tidak akan berakhir.
o   Kalau keselamatan itu bisa hilang sewaktu-waktu, maka bukan hidup yang kekal namanya, tetapi hidup yang sementara.
Ø  Anugerah keselamatan merupakan hadiah terindah karena menjadi tanda Allah begitu mengasihimu. Ini anugerah khusus bagi orang yang Allah sangat kasihi. Allah proaktif mengerjakan anugerah keselamatan itu. iPad bisa dimiliki oleh orang yang Allah benci, yang mengutuk dan tidak peduli kepada Allah (ay. 16).
Ø  Anugerah keselamatan merupakan hadiah terindah karena tanpa hadiah ini kita akan binasa dalam penghukuman Allah yang kekal. Nggak punya iPad, pacar, pekerjaan tidak membuat kita binasa dalam kekekalan penghukuman Allah (ay. 16-18).

Inilah ALASAN mengapa hadiah keselamatan seharusnya menjadi keinginan setiap orang.

Bagaimana menerima anugerah keselamatan itu?
Ø  Percaya kepadaNya (pengulangan kata “percaya” sebanyak 5 kali)
Ø  Percaya atau beriman menyangkut tiga aspek: notitia, assensus, fiducia
Ø  Percaya mempunyai aspek tahu apa yang ia percayai
Ø  Percaya mempunyai aspek menerima apa yang ia percayai – ilustrasi Deedat
Ø  Percaya mempunyai aspek mempercayakan diri kepada apa yang ia percayai bukan tipe Kristen KTP tidak mempercayakan diri

APLIKASI
Ø  Peringatan Jumat Agung mengajak kita mengingat kembali anugerah terindah yang pernah Allah kerjakan bagi manusia. Anugerah ini hanya bisa diterima oleh orang yang percaya kepada Kristus.
Ø  Apakah engkau sudah sungguh percaya? Apakah ketiga aspek iman itu engkau miliki? Ingat saudara-saudara jika kita tidak menerima hadiah ini, kita berada dibawah penghukuman Allah dan menuju kepada kebinasaan kekal
Ø  Peringatan jumat agung: peristiwa penyaliban Yesus juga bisa menjadi seperti suatu panggilan bagi saudara untuk percaya. Jika selama ini engkau masih hidup dalam keberdosaan. Kekristenanmu hanya bersifat tradisi: karena orangtua Kristen maka saya juga Kristen. Maka saat ini, Pandanglah Kristus yang ditinggikan itu dan percayalah kepadaNya.

Saudara-saudara seringkali iman Kristen digugat karena dianggap sebagai iman yang mengabaikan perbuatan baik. Kekristenan dikecam karena dianggap tidak mendukung/mendorong orang berbuat baik/beramal. Lho kok bisa?

Bagi para penggugat ini, ketika iman Kristen menyatakan bahwa untuk mendapatkan keselamatan hanya dengan percaya tanpa perbuatan baik, itu sama saja mendorong orang mengabaikan perbuatan baik. Umumnya agama-agama lain memasukkan perbuatan baik atau beramal sebagai syarat untuk memperoleh keselamatan mereka. Islam mengajarkan harus beramal dan berbuat baik supaya bisa masuk ke surga. Budha mengajarkan delapan jalan kebenaran untuk pada akhirnya meraih nirwana: diantaranya berpikir benar, bekerja dengan benar, bersemedi dengan benar dll.
            Berbagai bagian dalam Alkitab memang menyatakan bahwa keselamatan didapat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan hanya iman. Misalnya Efesus 2:8-9; Titus 3:4-5, termasuk dalam teks kita hari ini dinyatakan bahwa hidup kekal diperoleh dengan iman kepada Yesus. Tidak dinyatakan bahwa hidup kekal diterima oleh orang yang iman dan melakukan kebenaran, kebaikan dan beramal.
            Tetapi apakah dengan menyatakan bahwa keselamatan diterima hanya karena iman berarti kekristenan mengabaikan perbuatan baik? Apakah benar konsep keselamatan kekristenan tidak mendorong orang berbuat baik?

Ø  Tentu saja tidak. Iman Kristen memang tidak menjadikan perbuatan baik sebagai syarat memperoleh keselamatan. Tetapi bukan berarti Iman Kristen tidak peduli dengan perbuatan baik.
Ø  Bagian bacaan kita menyatakan bahwa Keselamatan diteguhkan dari perbuatan baik yang dilakukan oleh orang percaya.
Ø  Di ayat 19-21 dinyatakan “Inilah hukuman itu ...”
Ø  Bagian ini menyatakan bahwa orang yang percaya akan datang kepada terang. Supaya perbuatannya nampak, mana yang jahat dan mana yang baik. yang jahat harus ditinggalkan dan yang baik harus dilakukan.
Ø  Tetapi sebaliknya, orang yang tidak percaya tidak mau datang kepada terang itu. karena ia suka dengan kejahatannya.
Ø  Artinya kepercayaan atau pun ketidakpercayaan seseorang itu terlihat dari perbuatannya. Kekristenan sejati terbukti dari perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan. Tetapi iman yang semu membiarkan diri dalam kegelapan. Meski ia berkata percaya kepada Kristus, tetapi sikap hidup tidak mencerminkan sikap orang yang percaya.

Jadi Rumusan matematis iman Kristen bukanlah:
iman + perbuatan baik = selamat
melainkan
iman = selamat + perbuatan baik

Ø  Kita berbuat baik bukan supaya kita selamat, tetapi kita berbuat baik karena kita sudah diselamatkan.
o   Bandingkan dengan Efesus 2:10. Setelah Paulus menyatakan bahwa keselamatan bukanlah hasil pekerjaan baik manusia, ia menjelaskan bahwa orang orang percaya dicipta untuk melakukan pekerjaan baik. Artinya orang percaya diutus Allah untuk melakukan kebaikan.
o   Sekali lagi Kita berbuat baik bukan supaya kita selamat, tetapi kita berbuat baik karena kita sudah diselamatkan.

APLIKASI
Ø  Peristiwa Jumat Agung juga mengingatkan kita bahwa anugerah keselamatan itu harus dihidupi dengan melakukan pekerjaan baik.
Ø  pekerjaan baik itu bukan hanya berarti menolong orang lain, tetapi dalam kaitan yang lebih luas melakukan kebenaran.
Ø  Keberadaan kita dalam kelompok kecil bersama rekan-rekan orang yang sudah percaya seharusnya menjadi suatu kesempatan untuk sama-sama berjuang lakukan kebenaran, untuk membuktikan bahwa engkau sungguh-sungguh sudah diselamatkan.