Wise Words (Amsal 15:1-2)

Kata-kata atau perkataan mampu menyingkapkan jati diri orang yang mengucapkannya. Fakta ini terlihat dengan jelas pada ayat kedua dari Amsal 15.

Lidah               orang bijak                  mengeluarkan pengetahuan,
mulut               orang bodoh                mencurahkan kebodohan.

sumber: shop.quirky.com
Kata-kata yang berisi pengetahuan juga merujuk pada perkataan yang berisi kebenaran, nasihat, atau penghiburan yang tentunya akan membawa manfaat dan membangun orang lain. Perkataan yang demikian merupakan ekspresi dari hati yang murni, peduli dan penuh kasih. Lidah yang mengucapkan kata-kata tersebut hanya mungkin dimiliki oleh seorang yang disebut “bijak”. Kebijaksanaan serupa yang dimiliki oleh orang seperti Salomo (1Raj.5:12) atau Daniel (Yeh. 28:3).
            Sedangkan kata kata yang mencurahkan kebodohan merujuk pada perkataan yang berisi omong kosong, perundungan, kebohongan, kesombongan, sumpah serapah, atau percabulan. Perkataan yang demikian bertujuan merendahkan, mendukakan hati dan mengganggu orang lain. Mulut orang yang mengucapkan hal-hal tersebut merupakan “orang bodoh,” yang bisa bermakna “impious,” tidak beriman atau tidak bermoral. Orang yang tidak mengenal Tuhan dan tidak memiliki moralitas yang benar, maka akan mengeluarkan perkataan yang bertujuan menghancurkan sesama orang lain.
            Apakah anda orang bijak atau orang bodoh? Cerminannya bisa terlihat dari perkataan yang keluar dari mulut anda. Kata katamu mencerminkan siapa dirimu sesungguhnya. Apakah lidahmu mengucapkan pengetahuan atau kebodohan? apakah mulutmu memotivasi atau merendahkan sesama?