LIKE FATHER LIKE SON (Kejadian 1:26-27)


http://www.webweaver.nu/clipart/
img/holidays/fathers-day/dads-day.jpg
Ada sebuah kisah menarik perjumpaan dua orang ayah dan anak yang telah terpisah 37 tahun. Nama ayah itu adalah Claiborne Hamilton (53) dan anaknya Chris Walker (37). Cerita perpisahan mereka cukup panjang. Tetapi yang pasti sang ayah, Claiborne Hamilton tahu bahwa ia mempunyai seorang anak tetapi tidak tahu dimana keberadaannya saat itu. Demikian juga Chris Walker pernah diberitahu ibunya bahwa nama ayah kandungnya adalah Clay Hamilton. Jadi ada perbedaan nama sang ayah, ini salah satu penyebab mereka Chris sulit menemukan ayahnya.

Pertemuan mereka diawali ketika sang ayah pensiun dari kepolisian di suatu wilayah dan diundang rekannya untuk membantu kepolisian di wilayah Petersburg, Virginia. Di kepolisian wilayah inilah sang anak, Chris, bekerja. Dalam beberapa kali interaksi sang anak menduga bahwa Clay adalah ayahnya dan kemudian setelah beberapa konfirmasi, akhirnya terungkap bahwa mereka benar-benar ayah dan anak.

John Dixon, atasan mereka, menyatakan bahwa wajah mereka mirip satu dengan yang lain, mempunyai beberapa kesamaan perilaku, bahwa suaranya serupa, mereka juga orang yang baik dan sama-sama polisi yang bertanggung jawab.

Ketika ayah dan anak ini lebih mengenal satu dengan yang lain, terungkap bahwa mereka sama-sama suka makanan pedas. Dan yang terpenting mereka memiliki jalan hidup yang sama, yaitu setelah lulus sekolah, mereka bergabung di dengan militer dan memilih berkarir sebagai polisi.

Itulah kisah tentang ayah dan anak yang memiliki kesamaan/kemiripan meski mereka tidak pernah ketemu selama 37 tahun. Tema like father like son cocok untuk mereka.

Bagian firman Tuhan yang kita baca hari ini juga menyatakan tentang kemiripan/keserupaan antara bapa dan anak.

Penjelasan: Scene 1
Dalam Kejadian 1:26-27 dinyatakan “Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
                Firman ini menyatakan bahwa manusia yang diciptakan Allah, serupa/segambar dengan Allah sendiri.    Karena itulah Allah juga kita sebut Bapa kita, karena kita berasal dari Allah dan kita diciptakan serupa dengan Allah. Karena itu juga tema kita, like father like son. Son berasal dari father dan son serupa dengan father.
                Ini juga berlaku untuk kaum perempuan. Bukan hanya laki-laki yang diciptakan serupa dengan Allah tetapi juga perempuan. Di ayat 27 dinyatakan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan menurut gambar Allah.
Apa keserupaan kita dengan Allah? Atau apa yang dimaksud dengan segambar dan serupa dengan Allah? Kita memiliki roh yang memampukan kita berelasi dan berkomunikasi dengan Allah.
-          Kita mewarisi beberapa sifat Allah, diantaranya: kasih, adil, baik dan lain-lain. Sehingga kita bisa mengasihi Allah dan sesama; kita bisa berlaku adil; kita mampu melakukan apa yang baik.
-          Kita mewarisi akal budi yang mampu memikirkan dan menimbang mana yang benar dan mana yang salah di mata Allah. Akal budi ini yang membedakan manusia dengan ciptaan lainnya.
-          Kita mewarisi kuasa untuk mengelola dan menjaga alam semesta untuk kepentingan manusia dan kemuliaan Allah.

Secara sederhana, keserupaan dengan Allah berpengaruh dalam tiga aspek kehidupan kita. Pertama, relasi dengan Tuhan: karena kita memiliki roh dan akal budi; Kedua, relasi dengan sesama: karena kita mawarisi sifat-sifat Allah; Ketiga, relasi dengan alam semesta: karena kita diberi tugas untuk mengelola dan menjaga alam semesta.

Penjelasan: Scene 2

Akan tetapi sesuatu berubah ketika manusia pertama Adam dan Hawa berdosa. Keserupaan dengan Allah menjadi cacat. Gambar Allah dalam diri manusia menjadi rusak. Semua keturunan Adam dan Hawa memiliki gambar Allah yang rusak. Kerusakan ini juga mempengaruhi ketiga aspek kehidupan manusia. Relasi manusia dengan Allah, sesama dan alam semesta menjadi rusak. Manusia tidak lagi mengasihi dan menghormati Allah, mereka malas beribadah dan tidak taat kepada Allah; Relasi antar manusia pun menjadi rusak, manusia bermusuhan, egois, saling mendustai bahkan saling membunuh; Alam semesta tidak lagi dipelihara oleh manusia, manusia merusak lingkungan, sampah bertebaran, hutan menjadi gundul.  

Memang tema like father like son juga nampak dalam kejatuhan manusia, tetapi yang berganti adalah father. Kalau sebelumnya Bapa manusia adalah Allah, berganti menjadi Iblis. Dalam Yoh 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.”

Penjelasan: Scene 3
               
Dalam keadaan manusia terpuruk itu, Allah berkarya untuk memulihkan gambar-Nya yang rusak dalam diri manusia. Manusia yang lebih serupa dengan Iblis, dipulihkan Allah sehingga kembali menjadi serupa dengan Allah.

Apa yang Allah lakukan supaya manusia kembali menjadi serupa dengan-Nya? Ia mengutus Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosa yang telah merusak gambar Allah dalam diri mereka. Kepada orang yang percaya kepada Yesus, Allah memberikan Roh Kudus untuk memimpin hidupnya menjadi sehingga layak disebut anak-anak Allah, seperti yang tercatat dalam Roma 8:14-15, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
                Melalui karya Kristus dan Roh Kudus, kita dibawa kembali menjadi serupa denga Allah, Bapa kita. Son menjadi kembali serupa dengan father yang semula. Like father like Son..

Aplikasi
Salah satu tema hidup manusia adalah Like Father Like Son. Tetapi yang menjadi perbedaan adalah who is the father? Iblis atau Allah? jika iblis adalah bapamu maka hidupmu terus dalam dosa, melawan Allah, memberontak terhadap orangtua, berbohong, mencuri, hidup dalam percabulan. Tetapi jika Allah adalah Bapamu, maka kehidupanmu tentu meniru Bapamu yang mengasihi, menjauhi dosa dan hidup sesuai firman 

Ingat! Like father like son. Satu pertanyaan untuk direnungkan adalah Who is your father? Allah atau Iblis?

Download powerpoint Disini