HARAPAN BAGI YANG MERANA (Lukas 2:8-20)

      
"O Holy Night"

O Holy night, the stars are brightly shining
It is the night of our dear Savior's birth
Long lay the world in sin and error pining
'Til He appeared and the soul felt its worth
A thrill of hope the weary world rejoices
For yonder breaks a new and glorious morn

Fall on your knees

O hear the angel voices
O night divine!
O night when Christ was born
O night divine!
O night, O night divine!

O Holy Night adalah salah satu lagu natal terkenal. Musik ini digubah oleh Adolphe Adam, seorang komposer Perancis pada tahun 1847 dari lirik puisi "Minuit, chrétiens" (Minu-it Kri-tian) yang ditulis oleh Placide Cappeau (Plah-SEED kah-POH). Pada tahun 1855 diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John Sullivan Dwight, dengan judul O Holy Night.  
Pada 24 December 1906, salah satu momen bersejarah bagi lagu ini. Pada malam natal tahun 1906 ini, untuk pertama kalinya sebuah cerita dibacakan melalui radio, itulah cerita tentang kelahiran Yesus dalam Lukas 2. Dan sebuah lagu untuk pertama kalinya dipancarkan melalui radio mengiringi kisah itu, yaitu lagu “O Holy Night”  
            Jadi lagu O Holy Night dan Lukas 2 punya kedekatan emosional karena sama-sama pertama kali sebagai kisah dan lagu yang dipancarkan di radio. Selain itu, kedekatan lainnya juga terlihat dari kesamaan pesan dari kisah dan lagu ini.
            Dalam lagu “O Holy Night” dinyatakan bahwa kelahiran Yesus membawa kelegaan pada dunia yang merana oleh dosa dan kesalahan (Long lay the world in sin and error pining 'Til He appeared and the soul felt its worth). Ada sukacita karena sebuah pengharapan bahwa dunia yang lelah akan beristirahat pada pagi baru dan mulia (A thrill of hope the weary world rejoices For yonder breaks a new and glorious morn)
            Lagu “O Holy Night” menyatakan bahwa ada kelegaan dan sukacita yang dialami oleh dunia yang merana dan lelah.

Siapakah DUNIA YANG MERANA DAN LELAH pada bagian bacaan kita?

            Dalam bacaan kita, tokoh yang merana dan lelah itu adalah para gembala (ay.8-9). Pada Era PL, gembala merupakan profesi dihargai namun pada masa PB, profesi gembala pada masa ini bukanlah profesi yang baik. Gembala yang dimaksud di sini adalah gembala upahan yang ditugaskan menjaga domba tuannya. Ada diantara gembala upahan ini yang suka mencuri milik tuannya. Mereka juga sering meninggalkan domba jika ada binatang buas. Image buruk ini sudah melekat pada profesi ini. Sehingga meskipun ada diantara mereka yang mau belajar bertanggung jawab dan baik, namun karena profesi ini sudah punya image buruk maka semuanya menjadi buruk.
Meski mereka dipekerjakan namun digurigai. Ada karakter yang dilekatkan atau dilabeli pada mereka, yaitu orang yang tidak dapat dipercaya, tidak kompeten, kotor/tidak kudus. Mereka adalah orang direndahkan di masyarakat pada saat itu, mereka disetarakan dengan pemungut cukai, pelacur dan orang-orang berdosa.
            Dalam salah satu hukum lisan Yahudi, Misnah, menyatakan bahwa tidak seorang pun perlu merasa wajib menolong seorang gembala yang jatuh ke dalam sumur. Seorang teolog bernama Joachim Jeremias menulis bahwa gembala pada masa itu hak sipilnya dirampas. Gembala tidak boleh bersaksi dan dipilih menjadi saksi di pengadilan. Ada larangan membeli wool-dari bulu domba, susu ataupun anak domba dari para gembala karena itu dianggap barang curian.
            Dalam ritual keagamaan, mereka dianggap najis/tidak kudus karena mereka berprofesi sebagai gembala. Profesi mereka dianggap selalu bersentuhan dengan bangkai binatang atau kotoran. Mereka juga dianggap najis karena mereka bersentuhan dengan hewan-hewan najis (spiders, flies, bugs, rats and mice) – orang Yahudi membedakan ada binatang najis dan tidak najis (belut, lele – binatang najis).

Pertanyaan penting adalah mengapa berita kelahiran Mesias dan penampakan malaikat dinyatakan kepada para gembala yang punya stigma demikian? Kenapa bukan kepada para raja atau para imam? Siapa mereka sehingga mereka menjadi saksi mata kemuliaan Allah dan menerima berita kelahiran raja Agung?

Ay 10-14 menunjukkan bahwa kepada gembala diberitakan kesukaan besar bagi segala bangsa. Mereka menjadi agen pembawa berita kesukaan besar kepada seluruh bangsa (ay.10). Berita itu adalah berita agung tentang kelahiran Mesias/Kristus, Tuhan, yang sudah lama ditunggu-tunggu, yang sudah lama dinubuatkan oleh para nabi (ay.11).

Peristiwa penampakan malaikat Allah kepada para gembala menunjukkan paling tidak dua hal:
1.      Allah peduli dengan kehidupan para gembala. Kaca mata Tuhan beda dengan kaca mata masyarakat pada saat itu. Allah melihat jauh ke dalam hati para gembala. Mereka merasa terbuang dari masyarakat. Mereka letih dengan stigma negatif yang dilekatkan pada diri mereka. Mereka ingin datang kepada Tuhan tetapi komunitas religius menolak mereka karena dianggap najis. Allah melihat betapa merana dan lelahnya mereka karena dosa kesalahan mereka. Mereka sulit sekali untuk bangkit karena tidak ada kesempatan dan dukungan bagi mereka bahkan oleh pelayan bait suci.
2.      Allah memberi harapan perubahan. Jika masyarakat sekitar sudah memberikan cap tidak bertanggung jawab, pencuri dan tak bisa dipercaya, maka Allah selalu memberikan kesempatan berubah. Allah mempercayakan kepada mereka berita kesukaan bagi segala bangsa. Ay. 17-20 menyatakan bahwa para gembala bersaksi tentang apa yang mereka lihat dan orang takjub akan kesaksian mereka. Ada sukacita karena Allah peduli dan memberi kesempatan bagi mereka.

Siapakah DUNIA YANG MERANA DAN LELAH masa kini?

·         Salah satu yang lelah dan merana adalah seorang berinisial NF (15 tahun), ia salah satu dari sekian remaja yang ditangkap satpol PP karena mengisap lem (ngelem) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur 24 November 2014. Menurut NF, dirinya mengisap aroma lem untuk menghilangkan stres karena ayah kandungnya sering memarahinya. Tak hanya itu, sang ayah yang seharusnya menjadi pelindung bagi keluarga justru menyumpahinya dengan sebutan anak pembawa sial.
·         Seorang yang merana dan lelah lainnya adalah siswi RS (15) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Keluarga yakin RS nekat mengkahiri hidup karena sakit hati setelah putus dari pacarnya. Rencana ingin bunuh diri pun sudah disampaikan RS ke bibinya dua hari sebelum ditemukan tewas menggantung. “Dua hari lalu ia bilang akan bunuh diri lantaran sudah tidak sanggup lagi hidup setelah putus dari pacar,” ujar Santi, bibi RS, di rumah duka, Selasa (14/10/2014). RS merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara. Selama ini, ia dan saudaranya tinggal dengan sang nenek, karena kedua orangtuanya merantau di Pulau Kalimantan.
Siapakah DUNIA YANG MERANA DAN LELAH masa kini? Salah satunya adalah remaja.

Remaja lelah dan merana karena terabaikan oleh orangtua, orangtua tidak dapat menjadi sahabat melainkan seperti musuh yang selalu mencurigai dan tidak bisa mempercayai anaknya bahkan tidak jarang mengalami kekerasan fisik.

Remaja merana dan lelah dengan kesulitan hidup keluarga, penghasilan orangtua yang pas-pasan bahkan kurang, anggota keluarga yang menderita kesakitan berbulan bahkan bertahun-tahun, orangtua yang konflik dan berpisah. Mereka merana dan lelah karena terbelenggu kemiskinan dan sakit penyakit.

Remaja merana dan lelah karena merasa minder dengan kelemahannya, merasa sulit diterima oleh orang lain karena kekurangan yang dimilikinya. Kurang cantik, kurang pintar, kurang kaya, kurang berbakat, dll. Bahkan kelemahan dan kekurangannya itu kadang menjadi bahan tertawaan atau lelucon teman-temannya.

Remaja merana dan lelah karena jatuh dalam dosa. Dosa itu membelenggunya dan membuatnya tidak berdaya. Merasa diri kotor dan terbuang dari jauh dari komunitas orang-orang saleh di gereja.

Berita Natal pada saat ini adalah:
1.      Allah peduli dengan remaja yang merana dan lelah. Kelahiran Yesus ke dalam dunia, bukan untuk mencari oleh benar, yang baik, yang hidupnya ok, tidak mengalami kendala apapun. Ia datang untuk mencari yang merana dan lelah untuk memberinya ketenangan jiwa. Yesus lahir untuk mencari orang yang berdosa untuk diselamatkan.
2.      Allah memberikan pengharapan untuk berubah. Setiap kita dipercayakan berita KESUKAAN BESAR BAGI SEGALA BANGSA. Remaja dipercayakan membawa berita perubahan hidup, sehingga orang yang melihatnya melihat Kristus dalam hidup remaja. Natal adalah sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri: belajar beriman, belajar melayani, belajar bertanggung jawab, belajar bergantung pada Allah bukan pada diri sendiri.