Diskusi dengan HW tentang Makanan Haram & Halal dalam Alkitab

Saudara bisa melihat penjelasan saya perihal alasan mengapa dalam PL dan PB terdapat perbedaan perintah Allah berkenaan dengan makanan haram dan halal, disini.

Berikut ini diskusi saya (melalui email) dengan seorang bapak bernama HW menanggapi powerpoint saya tentang makanan Haram & Halal menurut Alkitab. Semoga menjadi berkat bagi pembaca.

HW        : Selamat malam... Maaf mau tanya, kita dari gereja mana?

Victor    : Sekarang bergereja di ***** (salah satu gereja di Banten). 

HW        : Apa itu **** (menyebutkan kembali gereja tempat saya berbakti)?

Victor    : Gereja **** jemaat **** (menjelaskan nama lengkap gereja)

sumber: amazingdiscoveries.org
HW        : Ohhh Saya baca td bahan khotbah tentang makanan haram.... mengatakan bahwa di dalam perjanjian baru makanan haram spt babi dan binatang haram lainnya di perbolehkan. Saya mau tanya pak.... Tuhan itu kan tidak berubah.... kenapa dlm perjanjian lama tdk boleh dan perjanjian baru boleh. Kan di dlm perjanjian baru tdk ada yg mengatakan bahwa babi atau binatang haram lain boleh di makan?



Victor    : Terima kasih responsnya, Saya coba pakai analogi pisau untuk menjelaskan: Jika seorang anak balita mencoba mengambil sebuah yang terletak di atas meja, maka saya akan melarangnya. Atau menjauhkan pisau itu dari jangkauannya. Mengapa karena saya tahu balita tersebut tidak mengerti apa yang bisa terjadi dgn pisau di tangannya. TETAPI ketika bayi itu telah menjadi wanita dewasa dan berusaha mengambil pisau tersebut, saya tidak akan menghalanginya.. mengapa? Karena saya tahu bahwa dia telah mengerti bagaimana menggunakannya. Pertanyaannya.. apakah saya berubah sikap tentang pisau?

HW        : Perjanjian lama dan perjanjian baru itu sama-sama firman Tuhan.... dalam PL bahwa binatang haram tdk boleh di makan.... dlm PB tdk ada ayat mengatakan boleh di makan. Trus kenapa tiba-tiba binatang haram boleh di makan di dlm perjanjian baru pada hal ayat pendukungnya tdk ada, berarti firman Tuhan itu berubah-ubah. Firman Tuhan itu tdk pernah berubah-ubah dan tdk bisa di ubah untuk selama-lamanya.... kalau itu haram makan itu tetap haram, gk bisa binatang haram spt babi berubah jd binatang halal.... persyaratannya binatang halal berkuku belah dan memamah biak dlm kitab imamat 11..... babi tidak mungkin berubah jd biantang memamah biak. Jd tdk ada hubungannya pak analogi tentang pisau 

Victor    : Terima kasih responsnya, Bagaimana bapak menjelaskan Kisah Para Rasul 10:13-15? Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan,tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir. Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram. Apakah Tuhan berubah di ayat ini? Tambahan: Markus 7:19 menunjukkan bahwa Yesus menyatakan semua makanan halal. Jika Yesus menyatakan SEMUA makanan halal, maka itu halal. Saya mengikuti kata Yesus. Yesus telah menggenapi hukum taurat

HW        : Kalau di baca satu ayat maka kita tdk mengerti dan memahami makna yang sebenarnya.... Kisah para rasul 10:13-15, ayat ini kelihatan menyatakan bahwa Allah merubah perintah-Nya dari "ada binatang yang halal dan ada binatang yang haram," menjadi semua binatang halal. Sebagian orang menggunakan ayat ini untuk membenarkan dirinya untuk memakan semua binatang yang diciptakan Allah. Bapak mengatakan bahwa Allah sudah menghalalkannya dalam PL, jangan lagi kita mengharamkannya. Apa benar demikian?
Dalam mempelajari kita suci pak, kita tdk boleh berpatokan hanya pada satu ayat saja. Karena ayat-ayat di dalam Alkitab tdk ada yg saling bertentangan, tetapi saling mendukung. Selain itu, kita harus ingat bahwa Allah itu tetap sama dari kemarin, sekarang ini bahkan sampai selama-lamanya, Dia tidak pernah berubah (Ibrani 13:8). Demikian juga dengan firman-Nya, tidak pernah berubah. Jika demikian, apakah yg Allah maksudkan pada saat Dia mengatakan bahwa "apa yang di halalkan Allah jangan dinyatakan haram?
Kalau bapak baca kitab Kisah para rasul pasal 10.... Kisah ini di awali oleh seorang yang bernama Kornelius, dia seorang perwira pasukan Italia, dia bukanlah orang Yahudi atau orang Israel. Ia dan seisi rumahnya adalah orang yang saleh dan takut akan Tuhan, juga senantiasa berdoa kepada Tuhan (Kis 10:1,2). Lalu datang malaikat Tuhan kepada Kornelius untuk menyuruh beberapa orang ke Yope untuk menjemput simon Petrus. Kemudian, setelah malaikat itu pergi, Kornelius menyuruh dua orang hambanya dan seorang prajuritnya untuk menjemput simon Petrus, seperti yang dikatakan oleh malaikat itu kepadanya.
Perlu kita ketahui bahwa bangsa Israel merasa merekalah bangsa yg tertinggi rasnya, merasa merekalah yang paling hebat, karena mereka merasa bahwa mereka adalah umat pilihan, mereka pasti selamat. Dan mereka menganggap bangsa lain adalah bangsa yg tidak di berkati, mereka tidak mau bergaul dengan bangsa lain. Kita ingat saat Yesus bebincang-bincang dengan seorang perempuan Samaria (Samaria bukan bangsa Israel) dalam Yohanes 4, di mana perempuan itu heran karena Yesus yang adalah seorang Yahudi/Israel meminta minum kepadanya. Perempuan itu tahu bahwa orang Yahudi tidak mau bergaul dgn mereka.
sumber: weareisrael.org
Petrus pun tetap memegang kebiasaan jelek ini, dia tetap menganggap bahwa bangsanyalah yang paling baik, dan menganggap bangsa lain tidak layak. Mereka (Petrus dan orang Yahudi lainnya) merasa bahwa apabila mereka telah bertemu dengan suku bangsa lain, mereka akan menjadi najis sampai matahari terbenam (ini adalah kebiasaan zaman Israel apabila mereka bersentuhan dengan binatang haram atau bangkai). Jadi mereka menganggap bahwa bangsa selain bangsa Yahudi adalah najis (haram), mereka tidak boleh bertemu dengan bangsa yang lain.
Kembali ke kisah Petrus. Keesokan harinya, Petrus mendapat penglihatan, dimana dalam keadaannya yang lapar karena belum makan, dia dihadapkan oleh Allah suatu bungkusan yang berisi berbagai jenis binatang, lalu Allah menyuruh utk memakannya. Tetapi Petrus mengatakan kepada Tuhan, bahwa dia tdk mau memakannya, karena dia belum pernah memakan sesuatu yang haram dan najis. Tetapi Allah berkata, apa yang dihalalkan oleh Allah jangan diharamkan oleh manusia. Sampai tiga kali penglihatan itu datang kepada Petrus, sebelum bungkusan itu akhirnya terangkat ke langit.
Setelah penglihatan itu, Petrus bertanya-tanya dalam hatinya tentang maksud Tuhan dalam memberikan penglihatan tersebut. Sementara dia berpikir dan bertanya dalam hati, tiba-tiba Roh berkata kepadanya bahwa ada tiga orang sedang mencarinya, pergilah dengan mereka (Kis 10:19).
Tidak berapa lama kemudian, datanglah ketiga orang suruhan Kornelius tadi untuk menjumpai Petrus. Singkat cerita, Petrus mengikuti mereka dan sampai Petrus dihapan Kornelius, seorang yang bukan yg Yahudi, bukan golongan bangsa Israel. Ini adalah orang yang najis, haram dan tidak boleh berada di dekatnya. Sekarang dia mulai mengerti, mengapa Allah memberikan penglihatan itu (tentang binatang yang haram) kepadanya. Allah ingin supaya Petrus bukan hanyabmenginjil kepada orang Yahudi, bangsa Israel saja, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain, bahkan sampai kepada org kafir. Karena Yesus mati utk menebus seisi dunia, bukan hanya terbatas kepada org Yahudi saja.
Dalam ayatnya yg ke-28, Petrus berkata kepada Kornelius dan org-org yg hadir disitu, "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang- orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah sudah menunjukkan kepadaku dalam suatu penglihatan, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir". 
Allah tidak mau Petrus atau orang Yahudi lainnya menganggap bangsa lain itu najis, haram dan tidak tahir. Allah ingin jg agar bangsa-bangsa lain mendengarkan kabar keselamatan tentang Yesus yg telah mati menebus semua manusia. Akhirnya Petrus pun berkhotbah disana di antara orang yg bukan Yahudi, dan banyak dari mereka yg dibaptiskan (Kis 10:47,48).
Setelah kehadian itu, orang-orang Yahudi menegur kesalahan Petrus karena Petrus pergi bergaul dengan org yg bukan Yahudi, yg tidak bersunat (pada zaman itu hanya org Yahudi saja yg di sunat), itu dapat kita baca dlm Kisah para rasul 11:2,3.
sumber: freebibleimages.org
Tetapi Petrus menjelaskan kepada mrk apa yg telah Allah tunjukkan kepadanya dalam penglihatan, dimana Allah mengatakan kepadanya agar jangan memilih bulu dalam memberitakan injil keselamatan, org-org yg bkn Yahudi bahkan sampai kepada org kafir sekalipun injil harus diberitakan, karena Yesus telah mati dan menebus bukan hanya org Yahudi saja, melainkan seisi dunia. Setelah Petrus menjelaskan peristiwa yg di alaminya, maka mrk pun sependapat dgn Petrus agar pergi memberitakan kabar keselamatan kepada bangsa-bangsa lain (Kisah 11:18).
Jd jelaslah bahwa ayat Kisah para rasul 10:13-15, bukan membahas mengenai binatang haram yg di halalkan Allah.
Ini berbicara tentang bangsa-bangsa lain yg bagi org Yahudi dianggap najis, haram dan tidak tahir. Tapi pada pemandangan Tuhan, tidak ada pemisahan kelompok, ras dan suku bangsa; semuanya sama saja karena Yesus telah mati juga utk mrk.
Jd sekali lagi ayat Kisah para rasul 10:13-15, itu bukan membahas binatang haram yg dihalalkan. Tetapi ayat itu tentang penginjilan kepada org yg bukan Yahudi atau kafir sekalipun. Binatang haram tetap haram tdk boleh di halalkan.
Markus 7:19. Besok kita bahas

Victor    : Terima kasih responsnya Penyataan bapak, "Jd jelaslah bahwa ayat Kisah para rasul 10:13-15, bukan membahas mengenai binatang haram yg di halalkan Allah."
Bapak yang baik, coba perhatikan dengan jelas Kis 10:13-15. Sangat gamblang dibicarakan tentang makanan yang haram dan dinyatakan halal oleh Allah. Mengapa bapak menyatakan bukan membahas itu? Mengapa harus penglihatan tentang binatang haram yang diminta untuk Petrus makan? Apakah PL melarang orang Yahudi bergaul dgn non Yahudi? TUHAN pakai penglihatan untuk menyatakan 
Sebelumnya Orang non Yahudi najis menjadi halal. Setara dengan Sebelumnya makanan najis menjadi halal?

HW        : Markus 7:19. Sekali lagi saya ulangi bahwa bapak jangan hanya mengutip satu ayat.... baca dahulu semua kitab Markus 7:1-23.... berdoa minta tuntunan roh kudus.
Ayat ini bukan berbicara tentang binatang haram. Tetapi ayat ini berbicara mengenai adat istiadat orang Yahudi. Menurut ada istiadat org Yahudi, apabila mereka hendak memakan sesuatu, mereka harus mencuci tangan terlebih dahulu, minimal tiga jari (telunjuk, jari tengah dan ibu jari). Walaupun mereka baru saja mandi, mereka harus mencuci tangan mereka terlebih dahulu sebelum makan. Dan pelanggaran terhadap adat istiadat ini sangat tidak baik bagi org Yahudi dan mereka akan menganggap org yg makan tanpa mencuci tangan adalah org yg tdk tahu adat.
Suatu kali, Yesus bersama dgn murid-murid-Nya tiba di suatu tempat. Pada saat itu mereka sudah sangat kelaparan. Lalu murid-murid Yesus yg sudah kelaparan itu langsung saja mengambil makanan yg di sediakan tanpa mencuci tangan mrk terlebih dahulu, sebagaimana ada setempat. Org-org Yahudi dan Farisi yg saat itu ada di tempat itu langsung bereaksi dan menegur Yesus. Utk menjawab mereka Yesus berkata...."yg masuk itu tdk menajiskan org, melainkan apa yg keluar dari mulut, itulah yg menajiskan org."
Jd ayat ini bukan berbicara mengenai binatang haram yg di halalkan.... tetapi ini berbicara mengenai ada istiadat org Yahudi krn murid Yesus tdk membasuh tangan terlebih dahulu sebelum makan.
Memang menurut kesehatan, mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan lebih bagus, tetapi itu tdk menajiskan org. Jd sekali lg, tdk ada ayat yg bertentangan.... Binatang haram tdk bisa di halalkan. Haram tetap haram, halal tetap halal....
Kriteria atau syarat binatang haram dan halam dalam kitab imamat 11 sudah di ceritakan secara mendetail. Jd, jgn di kutip satu ayat utk membinasakan diri bapak.

Victor    : terima kasih responsnya, Markus 7:18-19 menyatakan - Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
1. bukan apa yang masuk ke dalam seseorang yang menajiskan. artinya Makanan apapun kalo masuk ke dalam mulut TIDAK AKAN MENAJISKAN, bukan?
2. "Ia menyatakan semua makanan halal." JELAS INI BICARA TENTANG MAKANAN pak. semua makanan halal. Yesus meyatakan semua makanan halal, bukan?

HW        : Hahaha bpk ngotot kali pendapat bapak. Sekali lg, org Yahudi atau Farisi, mrk mempertahankan adat istiadat mrk dgn mencuci tangan sebelum makan. Ayat ini mengatakan bukan yg masuk menajiskan orang tetapi yg keluar, artinya yg keluar itu yg menajiskan, contoh : pikira jahat, pencurian, perzinahan (baca ayat 21 sampai 23).
Nah, inilah yg di tegur Yesus. Adat mrk mempertahankan sementara pikiran mrk jahat. Yesus katakan bkn adat itu yg membuat kita najis tp pikiran jahat kitalah yg membuat kita najis. Nah, ini ayat bukan bicara makanan haram, tapi makanan halal yg para murid makan bersama Yesus tp mrk melanggar adat istiadat Yahudi krn tdk cuci tangan dan mrk di anggap najis. Baca ayat 1-23, dengan beulang-ulang supaya dapat memahami dgn baik, apa maksud ayat itu.
Byk org berpendapat sama seperti bapak. Mrk mengatakan semua makanan halal spt ular, anjing, kucing, kecoak, babi, kuda, cicak, katak dll. Mereka katakan hanya meja yg tdk bisa di makan pada binatang 4 kaki, hanya pesawat terbang yg gk bisa di makan pada binatang unggas, hanya kapal selam yg gk bisa di makan pada  binatang laut. Semua halal.... hanya org yg tdk bijaklah yg berpendapat spt ini.
Tuhan tau apa yg terbaik utk kita makan pada tubuh kita..... binatang, Tuhan ciptakan semua bkn utk di makan semua. Tetapi ada semua manfaat binatang yg di ciptakan Tuhan. Tuhan tdklah plin-plan.... kalau haram tetap haram.... bukan kemaren haram hari ini halal. Manusialah yg plin-plan.... 
Tuhan sudah buat perintah tentang binatang halal yg boleh dimakan, dan binatang haram yg tak boleh di makan tapi manusia menghalal-halalkan.... kasianlah manusia yg memakan segala jenis binatang haram.... spt, ular, babi, kecoak, tikus, kucing, katak, cicak dan masih byk lg binatang haram lainnya.

Victor    : Terima kasih responsnya, Ayat 19, Yesus menyatakan semua makanan halal pak. Jika hanya persoalan cuci tangan, maka seharusnya di ayat 19 ditulis, Yesus menyatakan bahwa makan tanpa cuci tangan adalah halal. TETAPI JUSTRU ... Yang dinyatakan adalah "semua makanan halal". Itu dinyatakan oleh Firman Tuhan pak, bukan pendapat saya. Firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus menyatakan semua makanan halal. 

HW        : Sekali lg, bpk pahamilah ayat itu di atas sampai ayat 23. Makanan halal yg mrk makan bkn makanan haram.... jd semua makanan halal boleh di makan. Segala sesuatu dari luar yg masuk ke dalam mulut itu tdk menajiskannya, artinya adalah segala jenis makanan binatang halal itu tdk menajiskannya.... jd apa pun makanan binatang halal tdk menajiskan. bukan segala binatang haram yg masuk kedalam mulut.... yg namanya udah haram masa jd halal? Kalau selama ini sudah makan makanan spt binatang haram. Jgn lg di makan....  bertobatlah, karena Tuhan akan menghakimi dan menghukum org yg makan binatang haram.
Boleh baca, Yesaya 66:17. Semoga diskusi kita ini membawa perubahan yg lebih baik. Bahwa binatang haram jgn lagi kita konsumsi krn itu haram. Yg Tuhan mau adalah penurutan bukan sok pintar kita.
Terimakasih pak, kita sudah diskusi. Maaf jika ada kata-kata yg kurang berkenan di hati bapak.
Kita hanya meluruskan ayat-ayat yg membingunkan org, sehingga mereka mengutip utk membinasakan diri mrk.

Victor    : Terima kasih responsnya, Ay. 19. Jika maksud Yesus makan halal tidak menajiskan, maka "ia menyatakan semua makanan HALAL adalah halal." Agak aneh pak.. Makanan sudah halal kok dianggap halal lagi???? Ayat ini menunjukkan bahwa makanan yang bagi orang Yahudi dianggap haram, Yesus (sebagai penggenap hukum taurat) menyatakan itu halal.. 

HW        : Jd maksud bapak bahwa semua binatang haram spt tikus, kucing, babi, kecoak, katak, ular dll.... bisa di makan gitu? Intinya bahwa binatang yg saya sebut adalah haram. Tapi kalau bpk mkn gk ada yg larang, itu urusanmu pak sama Tuhan.

Victor    : Terima kasih responsnya, Saya tidak mengatakan semua binatang pak. Semua binatang dan semua makanan itu beda. Semua binatang yang dimakan itu boleh atau halal. Karena YANG MENENTUKAN HALAL DAN HARAM itu bukan makanan kita (yang masuk ke dalam tubuh). 
sumber: flyingnotscreaming.com
Ay.19 menunjukkan Makanan tidak menentukan najis tidaknya seorang di hadapan Allah. Makanan itu masuk ke perut dan dibuang ke jamban. Yang membuat kita najis di hadapan Allah adalah perkataan yang menghakimi, merasa paling benar, hati yang membenci sesama, hati yang menghakimi sesama.  Itulah yang menajiskan. 
Simpulan saya: 
- Bapak  dan juga saya, makan atau tidak makan binatang apapun tidak mempengaruhi pandangan Allah terhadap bapak dan saya. 
- bapak tidak makan binatang tertentu tidak masalah bagi saya. Karena itu tidak membuat bapak lebih berkenan kepada Allah. 
- tidak benar untuk menghakimi orang tentang apa yang dimakannya. Karena makanan tidak ada yang menajiskan seseorang. 
- saya menghormati dan menghargai keputusan bapak untuk tidak makan binatang tertentu. Karena sekali makanan tidak mempengaruhi kemajuan (revisi: kekudusan) siapapun. 

Diskusi Selesai.

Be Real, Be Real You (1Yohanes2:15-17)

Pendahuluan
            Firman Tuhan hari ini atau khotbah hari ini diberi judul be real the real you. Bagian ini mau mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, saudara dan saya, di dunia maya atau online. Untuk bisa beraktivitas di dunia maya (dunia tidak riil) kita membutuhkan perangkat elektronik yang secara umum disebut gadget. Gadget bisa merujuk pada smartphone, Tab, PC ataupun laptop, TV dan Virtual Reality (VR) dan lain sebagainya.
Saya mengajak saudara melihat 1 video berikut

Video ini menggambarkan dampak atau akibat yang diderita oleh Sohu karena terlalu terlalu banyak atau terlalu lama bermain game di Smartphonenya. Sohu kecanduan game, bermain dari pagi hingga malam tanpa istirahat, kemudian mengabaikan peringatan ibunya dan akhirnya terjadilah kebutaan tersebut. Menatap layar gadget dalam batas normal berdasarkan penelitian tidak merusak mata. Yang merusak mata adalah ketika itu melewati batas normal. Di saat mata seharusnya beristirahat atau rileks kemudian dipaksa bekerja membuat mata menjadi lelah dan dampaknya membuat gangguan penglihatan.
Kesehatan mata yang memburuk merupakan salah satu saja dampak dari terlalu lama menggunakan gadget untuk online, berinteraksi di sosial media ataupun untuk bermain game. Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa terlalu banyak menggunakan Smartphone atau gadget terlalu lama membawa dampak negatif lain diantaranya tidak stabilnya mood atau emosional seseorang; sangat mudah rasa cemas, marah, tidak bisa bersabar. Selain itu, relasi sosial yang riil, yang nyata, dengan orang-orang yang ada di sekitar menjadi terganggu. Bisa dengan orangtua atau keluarga, atau teman-teman di sekitarnya. Cenderung menyendiri meski ada di tengah-tengah sekelompok orang. Sulit berkomunikasi secara riil. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah hancurnya relasi dengan Tuhan: malas beribadah, malas berdoa, malas baca Alkitab. Sehingga lahirlah generasi yang menolak Tuhan.

Saudara salahkah kita menggunakan teknologi? kelirukah jika kita memanfaatkan gadget di dalam kehidupan kita? Apakah contoh-contoh tadi mau menunjukkan bahwa kita tidak boleh bermain game atau kita tidak boleh online? Tidak boleh menggunakan gadget?

Motivasi yang benar Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Kerajaan Allah
Saudara, teknologi yang kita miliki, peralatan yang kita gunakan termasuk gadget, merupakan sesuatu yang bersifat netral; yang membuatnya menjadi tidak netral adalah motivasi atau alasan kita menggunakannya.
Dalam bagian yang kita baca kita diperlihatkan dua motivasi yang tiap orang pasti miliki, sadar atau tidak, sengaja atau tidak, ketika ia menggunakan atau melakukan apapun. Rasul Yohanes mengingatkan jemaat pada saat itu untuk memperhatikan dua motivasi itu. Dua motivasi itu adalah motivasi mengasihi dunia atau motivasi mengasihi Allah Bapa. Ayat 15-17 seperti membandingkan dua motivasi ini. Mengasihi dunia atau mengasihi Bapa (ay. 15); berasal dari dunia atau berasal dari Bapa (ay.16), sedang lenyap atau hidup selama-lamanya (ay.17). Yohanes mengingatkan sebagai orang percaya, maka jemaat seharusnya menolak motivasi keduniawian dan memilih mengasihi Allah sebagai motivasinya.
Mengasihi dunia berarti mengikuti keinginan daging atau dosa sedangkan mengasihi Allah berarti melakukan kehendak Allah; mengasihi dunia berarti menuruti keinginan mata memuaskan keinginan mata dan apa yang nampak, sedangkan mengasihi Allah berarti memperbaharui hati, karakter dan kerohanian, yang tidak nampak; kasih kepada dunia membawa pada keangkuhan hidup atau kesombongan diri, sedangkan kasih kepada Bapa membawa pada peninggian Tuhan dalam kehidupan kita.
            Dalam surat Paulus kepada jemaat Korintus ada prinsip yang sangat cocok diterapkan pada masa kini. 1Korintus 10:23, “"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” Pada masa itu orang berselisih paham tentang makanan yang boleh dan tidak boleh. Paulus mengingatkan bukan persoalan boleh tidak boleh, melainkan berguna atau tidak, membangun atau tidak.
            Sesuatu yang sesuai kehendak Allah adalah sesuatu yang berguna: bagi diri sendiri-bagi sesama-bagi Kerajaan Allah. Aktivitas yang mengasihi Allah adalah aktivitas yang membangun: relasi diri sendiri-relasi dengan sesama-relasi dengan Allah.
            Prinsip Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Tuhan ala Paulus ini juga berlaku dalam penggunaan teknologi dan di dunia maya. Artinya silahkan beraktivitas di dunia maya, silahkan menggunakan gadget sejauh itu Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Tuhan. Namun ketika aktivitas itu merusak diri, mengganggu relasi dengan orang lain, membuat ibadah dan relasi dengan Allah diabaikan, maka itu sudah tidak lagi mengasihi Allah, melainkan keduniawian.

Ilustrasi

sumber: medium.com
 Bagan 1: Jika media sosial menjadikan kita anti sosial dan kehilangan kehangatan komunikasi secara nyata, maka itu tidak lagi Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Tuhan.
           








sumber: utdmercury.com

Bagan 2: Sebuah survey yang dilakukan di Australia, menunjukkan fakta berikut.










Aplikasi
Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, mari sejenak merenungkan kembali. Selama ini ketika engkau berinteraksi dengan smartphonemu,  atau ketika kamu online, ketika bermain games; seberapa berguna itu bagi dirimu-sesama dan Allah?  Apakah itu mengganggu studimu? apakah itu menyita waktu istirahatmu? apakah itu mengganggu waktumu berelasi dengan orang tua? apakah itu membuat emosi mau tidak stabil apakah itu membuat kamu mudah marah, mudah tersinggung? apakah itu membuat kamu malas beribadah, berdoa baca Alkitab?
Atau sebaliknya ketika kamu menggunakan Smartphonemu belajar firman Tuhan,  kamu cari kebenaran? Apakah aktivitasmu di dunia maya mendukungmu dalam membangun kehidupan rekanmu, menjadi berkat bagi orang lain? kamu bukan hanya jadi konsumen dari segala hal yang ada di dunia maya tapi kamu juga produsen menghasilkan konten-konten yang kreatif dan positif? Apakah postingan dan tulisan-tulisanmu menolong orang semakin dekat dengan Tuhan? apakah penggunaan gadget atau juga komputer atau juga smartphonemu membuat relasi dengan orangtua menjadi lebih baik? kamu bisa menunjukkan perhatian kepada mereka dengan menggunakan semua itu. Kamu bisa memakai itu untuk mengenang momen-momen dengan orang-orang di sekitarmu.
Saudara-saudara kita sebagai orang percaya dipanggil untuk memiliki motivasi yang benar, yaitu motivasi yang mengasihi Allah dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi yang berkembang saat ini;

Motivasi yang Benar memiliki Dampak yang bernilai Kekal
            Mengapa kita perlu serius memikirkan motivasi ketika menggunakan gadget? Mengapa kita harus sungguh-sungguh memperhatikan prinsip Berguna dan Membangun: diri-sesama-Kerajaan Allah? karena dampaknya itu bernilai kekal.

Mary Crowley pernah berkata “kita bebas sampai kita memilih, lalu pilihan tersebut mengendalikan sang pemilih.”  Artinya apa? kamu memiliki kebebasan menentukan motivasimu menggunakan gadget, tapi dampak dari pilihanmu itu tidak bisa kamu kendalikan. Kamu punya kehendak bebas untuk mengikuti kehendak Allah atau keinginan duniawi ketika beraktivitas di dunia maya, tetapi akibatnya tidak bisa kamu pilih.

Apa konsekuensi atau dampak atau akibat dari motivasi yang salah yang kita pilih?

Di ayat 17 dinyatakan, “dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Motivasi saudara dan saya memanfaatkan teknologi, berinteraksi di dunia maya, menggunakan gadget, menentukan ke mana arah kita melangkah. Apakah ke arah kehidupan duniawi yang sedang lenyap atau ke arah kehidupan yang bernilai kekal bersama-sama dengan Allah Bapa?
Jika kamu memilih keduniawian atau motivasi dunia, kesenangan diri, kesenangan mata, hidup dalam dosa, maka kamu akan terjebak tidak ada sesuatu yang bersifat sementara, yang sedang menuju kepada kebinasaan. Tetapi jika kamu memilih motivasi yang benar dalam memanfaatkan teknologi, ilmu pengetahuan yang ada, menjadi sesuatu yang berguna dan membangun bukan hanya bagi dirimu, tetapi bagi orang-orang di sekitarmu, serta memuliakan nama Tuhan, maka itu merupakan pilihan yang bernilai kekal.

Ilustrasi
            Saudara mungkin masih mengingat ada seseorang bernama Wang, yang menjual ginjalnya demi membeli iPad (https://nasional.kompas.com/read/2012/04/09/07575660/pemuda.jual.ginjal.demi.ipad.dan.iphone).  Berita ini ditulis tahun 2012. Jadi pada tahun 2012, Wang menjual ginjalnya untuk membeli iPad yang sedang booming pada saat itu; sejak 2012 Wang punya ipad tapi dia kehilangan ginjal.
Saya penasaran lalu iseng-iseng baca sejarah perkembangan ipad di wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/IPad). Saya jadi tahu bahwa tahun 2012 yang baru release itu adalah ipad 4. Dan rupanya TIAP tahun ipad terbaru selalu di-release. Artinya kebanggaan memiliki ipad terbaru itu hanya bertahan 1 tahun, tahun depan akan di-release keluaran terbaru. Yang paling membuat saya miris dengan keputusan Wang adalah bahwa ipad 4 terakhir di-support oleh Apple itu tahun 2017 (5 tahun). Jika sudah tidak di-support berarti bagi Apple produk itu sudah usang. Betapa sementaranya kebanggaan duniawi.

Saya beri satu contoh ekstrim lagi ya. Seorang anak bernama usia 20 tahun. Dia sedang bermain counter strike cs di dalam permainan itu karakternya atau jagoan nya dikalahkan oleh karakter orang lain atau jagoan orang lain dalam sebuah pertarungan dengan menggunakan pisau. Apa yang dilakukan oleh anak ini dia mencari Siapa orang yang mengalahkan karakternya itu dia berhasil temukan dalam pencarian selama 6 bulan. Permainan itu dilaksanakan bulan november kemudian padamu bulan media menemukan orang yang mengalahkan dia di dalam permainan dan apa yang dia lakukan dan datang ke rumah orang tersebut dengan membawa pisau ke dan dia mengetuk pintu ketika pintu dibuka dia hujan kan bisa itu ke dada orang yang mengalahkan dia di dalam permainan beberapa bulan yang lalu. Akibatnya Dia didakwa dan divonis bersalah dan kemudian masuk penjara. (https://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/france/7771505/Video-game-fanatic-hunts-down-and-stabs-rival-player-who-killed-character-online.html)

Berikut fakta dan data Game Online. Fakta dan data ini di sisi lain menggambarkan bahwa Game Online bersifat sementara. Counter Strike pada awal kemunculannya sangat booming dan digandrungi, tetapi saat ini mulai ditinggalkan. Tahun 2017 COC di idolakan di Indonesia, tetapi tidak di dunia. Apakah tahun-tahun depan COC akan tetap diminati di Indonesia? Saya yakin tidak. Akan ditinggalkan pada waktunya. Oleh karena itu sayang sekali bahkan sangat miris jika kita mengorbankan relasi dengan diri-sesama-Allah untuk bermain game yang akan usang. Silahkan bermain game terkini, tetapi jangan korbankan hal-hal yang penting lainnya.

Aplikasi
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini Firman Tuhan mengajak kita mengevaluasi kembali motivasi kita beraktivitas di dunia maya, motivasi menggunakan teknologi, menggunakan gadget, menggunakan smartphone. Firman tuhan mengingatkan bahwa ada dampak yang signifikan dari motivasi yang engkau pilih. Jika kamu memilih kehidupan yang duniawi, motif yang bersifat duniawi, maka kehidupanmu sedang lenyap, kebanggaanmu sifatnya sementara dan sedang menuju kepada kebinasaan. Tetapi jika engkau memilih motivasi yang sesuai kehendak Tuhan, memperhatiakan dengan baik prinsip berguna dan membangun: diri, sesama dan kerajaan Allah, maka kamu berjalan dalam terang dan pilihanmu bernilai kekal.

Apakah games yang kamu mainkan membuat kamu mengorbankan hal-hal yang sifatnya lebih utama, lebih kekal, lebih bermakna? Jika kamu kecanduan game tertentu dan sangat bangga dengan pencapaianmu disana, maka saya beritahu bahwa game itu hanya bertahan beberapa tahun, kebanggaanmu hanya sementara. Sedangkan ketika kamu mengabaikan kesehatan, efeknya bertahun-tahun bahkan mungkin seumur hidupmu; jika engkau mengabaikan studimu, maka efeknya jangka panjang, jika engkau mengabaikan relasinya dengan orangtua, maka efeknya adalah bertahun-tahun di dalam kehidupanmu. Jika tontonanmu menyita begitu banyak waktumu, jika penggunaan smartphonemu membuat kamu tidak lagi mengasihi Tuhan, enggan berdoa dan beribadah, maka kamu sedang menuju kepada kebinasaan.


download powerpoint disini

Kedewasaan Karakter Kristen (1Sam 2:11-26)


Bacaan kita menunjukkan bahwa kedewasaan karakter Kristen bisa saja dimiliki oleh orang yang secara usia relatif lebih muda. Yang menjadi ironi, terkadang kedewasaan karakter justru tidak terlihat dari orang yang secara usia lebih tua.

Bagaimana memiliki kedewasaan karakter?

  1. Penentu kedewasaan karakter Kristiani

Dalam perikop yang kita baca, penulis kitab Samuel ingin membandingkan dua figur, yaitu figure anak-anak Eli dan figure Samuel. Ada seorang penafsir yang memberikan judul pada perikop ini, bad boy and good boy. 

Figur anak-anak Eli bernama Hofni dan Pinehas, sebagai figur Bad Boys, di ayat 12-17 dinyatakan sebagai orang-orang dursila. Dursila kalau dalam Alkitab bahasa Inggris disebut good for nothing. Suatu figur seseorang yang tidak ada baiknya, tidak ada kebaikan di dalam dirinya.
Anak-anak Eli digambarkan sebagai figur yang serakah, yang mengambil apa yang bukan menjadi hak mereka. Di dalam Imamat 7:34 dinyatakan, “karena dada persembahan unjukan dan paha persembahan khusus telah Kuambil dari orang Israel dari segala korban keselamatan mereka dan telah kuberikan kepada Imam Harun, dan kepada anak-anaknya; itulah suatu ketetapan yang berlaku bagi orang Israel untuk selamanya.” Berdasarkan ketetapan Tuhan, bagian mereka seharusnya dada dan paha dari hewan korban persembahan, tapi yang mereka lakukan justru berbeda. Mereka mengambil segala yang ditarik dengan garpu bergigi tiga. Bahkan di ayat 16 mereka juga mengambil lemak. Lemak adalah bagian dari kurban sembelihan yang hanya diperuntukkan bagi Tuhan.
Kejahatan lainnya, di ayat 22 adalah mempraktekkan perzinahan, yang menjadi kebiasaan penyembahan berhala, dalam ritual ibadah di Kemah Pertemuan (atau Bait Allah pada masa itu). Mereka sesungguhnya sudah diperingatkan oleh orang-orang termasuk ayah mereka sendiri, tetapi mereka tidak peduli (ay.25). Kisah selanjutnya Allah menghukum mati anak-anak Eli.
Lain halnya dengan the good boy, Samuel. Samuel yang jauh lebih muda dari anak-anak Eli. Samuel melayani Tuhan dengan baik dalam pengawasan Eli. Di usia yang masih anak-anak, sebagai penolong imam Eli, Samuel sangat memperhatikan pelayanan dengan baik. Ayat 18 dinyatakan bahwa Samuel memakai baju Efod. Peraturan ini merupakan ketentuan atau peraturan yang harus dilakukan bagi para imam pelayan di Kemah Pertemuan.
Kerelaan dan perhatian Samuel dalam melayani mendatangkan berkat bagi keluarganya. Allah mengaruniakan anak laki laki dan perempuan bagi orangtua Samuel. Perikop ini yang kita baca ditutup dengan Samuel yang bertumbuh dan makin disukai Allah dan manusia.
Samuel menaati dengan baik peraturan bagi para imam yang melayani, sedangkan anak-anak Eli mengabaikannya. Pelayanan Samuel menjadi yang disukai Allah dan manusia, sedangkan anak-anak Eli dikeluhkan oleh orang banyak dan juga ayah mereka. Ketaatan Samuel menghadirkan berkat bagi keluarganya, sedangkan anak-anak Eli menyusahkan orangtuanya.

sumber: thoughts-about-god.com/blog/ml_gods-presence/
Saudara-saudara apa yang menjadi penentu kedewasaan karakter Samuel, diusia yang masih sangat muda? Dan mengapa ia begitu berbeda dengan Hofni dan Pinehas, yang secara usia jauh lebih tua? Jawabannya ditemukan dalam sebuah frasa “di hadapan Tuhan.” Sebuah frasa yang sangat penting dalam kitab Samuel secara umum dan secara khusus dalam perikop yang kita baca, yaitu “di hadapan TUHAN.” Frasa ini diulang lebih dari 30 kali di dalam Kitab 1 Samuel dan 2 Samuel. Secara khusus di dalam perikop yang kita baca frasa ini diulang sebanyak 4 kali yaitu di ayat 17 18 21 dan 26.
Mengapa Samuel memiliki kedewasaan karakter Kristiani? Karena ia senantiasa menyadari bahwa hidupnya ada di hadapan Tuhan. Kesadaran bahwa hidup terbuka di hadapan Tuhan ini, dibangun dari pengenalan akan Kemahatahuan dan kemahahadiran Allah.
Kehidupan yang terbuka di hadapan Tuhan juga digambarkan dengan jelas dalam Mazmur 139:1-12. Mari kita baca Mazmur ini bersama-sama. Tuhan tahu kita duduk atau berdiri, berjalan atau berbaring. Tuhan tahu pikiran ataupun perkataan kita. Tuhan melihat, memperhatikan dan akan mengevaluasi kehidupan kita. Tidak ada tempat yang tersembunyi dari Allah, bahkan di dunia orang mati pun Tuhan ada.
Seorang yang memiliki kedewasaan karakter Kristiani adalah seorang yang senantiasa melihat hidupnya berada dan terbuka di hadapan Tuhan.

Ilustrasi

Gusti Ora Sare:
·         Sebuah buku karya Pardi Suratno dan Heniy Astiyanto menjadi rujukan beberapa tulisan
·         Diucapkan oleh Jusuf Kalla 13 September 2009: Seorang Bugis yang mengucapkan pepatah Jawa.
·         Ditulis oleh Ahok di akhir suratnya pada 21 Mei 2017 dari rumah tahanan Markas Komando Brimob – Depok.

“Gusti ora sare”. Dalam filosofi budaya Jawa, istilah Gusti ora sare merupakan ungkapan doa keyakinan iman atau kredo bahwa Tuhan tidak tidur. Ia adalah sang maha tahu, maha melihat, dan maha bijak. Ia tidak tidur, Ia selalu terjaga, Ia selalu melihat atas segalanya.
Dalam konteks kehidupan, pengertian ungkapan Gusti ora sare ini bisa merujuk pada tafsir yang juga dalam bahasa Jawa yaitu becik ketitik ala ketara (beci’ ketiti’ olo ketoro), yang baik akan kelihatan yang jelek akan nampak pada waktunya. Di mana dalam kehidupan pada akhirnya segala kebusukan yang berselubung kemunafikan akan terungkap, terbongkar dan ditelanjangi sebagai buah atas perbuatannya. Seiring itu pula, kebaikan dan kebenaran akan dinyatakan. 


Aplikasi
            Saudara-saudara saat ini hidupmu di hadapan siapa?
     Di hadapan manusia, orangtua, guru, pimpinan, pendeta  atau hidup di hadapan Tuhan;
     Kejahatan yang kita pikir tersembunyi, pada waktunya Tuhan akan menghakimi. Pemberontakan kita lakukan kita anggap tidak ada yang dapat mencegahnya? Ingat Gusti ora sare, Tuhan tidak tidur, ia hakim yang maha tahu.
     Sebaliknya Jangan takut jika ketaatanmu tidak dilihat orang; jangan kuatir jika pengabdianmu tidak diperhitungkan, Tuhan memperhatikannya, Gusti Allah ora Sare
     Pada waktunya kebenaran akan timbul dan membawa berkat, sedangkan kejahatan akan dihukum.

  1. Ujian kedewasaan karakter Kristiani

Seringkali kita mengatakan bahwa sulit menjadi seseorang yang dewasa karakter karena kita orang-orang di sekitar kita menampilkan karakter yang buruk. Saya sulit taat karena teman-teman kelas saya bla..bla... untuk apa yang berjuang melakukan hal yang benar sementara keluarga saya tidak peduli dengan kebenaran.

Di dalam perikop ini kita melihat bahwa kedewasaan Karakter Samuel terus bertumbuh meskipun ia minim teladan. Dari perikop yang kita baca kita melihat bagaimana dosa anak-anak Eli yang begitu mendominasi. Dosa anak-anak Eli nampak bukan hanya dari segi kuantitas tapi juga kualitas yang semakin buruk.

Hofni dan pinehas melakukan dosa setiap kali ada orang Israel yang mempersembahkan kurban kepada Allah. Mereka bukan hanya mengambil daging yang tidak sesuai dengan peruntukannya melainkan mereka juga mengambil lemak yang seharusnya diperuntukkan bagi Tuhan. Mereka bukan lagi hanya meminta tetapi mulai menggunakan kekerasan. Mereka bukan hanya merendahkan korban persembahan Bagi Tuhan bahkan lebih buruk lagi mereka mulai membawa ke rumah Tuhan ritual perzinahan yang biasa dilakukan dalam penyembahan Berhala.

Penulis kitab Samuel bahkan menggambarkan dengan implisit bagaimana kedewasaan karakter Samuel yang lulus uji atas dominasi dosa anak-anak Eli. Jika kita perhatikan ayat 11 hingga ayat yang ke 26 kita akan melihat strukturNarasi sebagai berikut:
     Ayat 11 sebagai prolog
     Ayat 12-17 kejahatan anak-anak Eli
     Ayat 18 sampai 21 Karakter pelayanan Samuel
     Ayat 22 sampai 25 kejahatan  anak-anak Eli yang lain
     Ayat 26 epilog sambil tetap bertumbuh.
Hal yang sangat menarik adalah bahwa Samuel tidak turut terseret dalam dosa Mereka. Samuel mampu menampilkan kualitas karakter yang sungguh bertolak belakang dari karakter anak-anak Eli. Dominasi dosa mereka tidak tidak mampu meruntuhkan kedewasaan karakter yang dibangun oleh Samuel. Samuel tetap bertumbuh di dalam Tuhan dia menyenangkan hati Tuhan dan sesamanya meski ada pelanggaran yang terstruktur, masif dan sistematis di sekitarnya.



Aplikasi

Apakah minimnya teladan bisa menjadi excuse bagi kita untuk tidak memiliki kedewasaan karakter? Justru minimnya teladan merupakan ujian kedewasaan karakter. Hanya orang berani yang mampu bertahan dalam ketaatan ketika banyak teman di sekitarnya melanggar. Orang yang tetap taat meski minim teladan adalah orang yang tahan uji.
[[[[ Jika ketaatan kita didasarkan oleh ketaatan orang lain, maka ketaatan kita rapuh. Jika kita taat karena orang lain, maka kita akan melanggar bila orang lain melanggar.]]]] karakter  sejati didapat dari ketaatan yang dibangun di hadapan Tuhan. Meski orang lain melanggar, meski orang lain tidak setia, meski orang lain abai. Gusti ora sare karena itu bangunlah ketaatan di hadapan Tuhan. Ketaatan yang tahan uji membuahkan kedewasaan karakter.



download powerpoint disini

Gaul gih! (Pengkhotbah 4:7-12)

Salah satu kesia-siaan dalam kehidupan adalah kesendirian. Hidup tanpa kerabat, sahabat atau teman merupakan kehidupan yang hampa. Seseorang dapat saja berkata bahwa ia tidak membutuhkan orang lain, atau ia dapat bertahan hidup hanya dengan dirinya sendiri - tanpa orang lain; namun pada kenyataannya, itu merupakan pemikiran yang bodoh. Kesia-siaan lainnya adalah memiliki rekan dalam hidupnya, tetapi bukan rekan yang membawanya pada kebaikan, melainkan kepada kehancuran.

Sumber: www.istockphoto.com
Penulis kitab Pengkhotbah mengajak kita melihat lebih dalam arti kebersamaan yang membangun. Kenikmatan hasil jerih payah menjadi bernilai bila dikecap dalam kebersamaan, bukan dalam kesendirian (ay.7-8). Hasil kerja dua orang lebih baik dari hasil kerja satu orang (ay.9). Dalam kebersamaan, jika seorang tersandung, maka ada orang lain yang dapat menolongnya bangkit; jika ia jatuh ke dalam dosa, maka ada orang lain yang membimbingnya dengan lemah lembut; jika ia menghadapi masalah, maka ada orang lain yang menghibur dan menolongnya (ay.10-12).

Pesan Pengkhotbah ini mengingatkan kita bagaimana Allah memandang keberadaan manusia pada awal penciptaan manusia. Allah memandang tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, karena itu Allah menciptakan penolong yang sepadan dengan dia (Kej.2:18,20). Sejak semula Allah menciptakan manusia dalam kebersamaan yang saling menopang. Kebersamaan tersebut bisa ditemukan dalam relasi penikahan ataupun relasi persahabatan. Kebersamaan yang saling menopang, menolong, menguatkan, menghibur dan membawa kehidupan tiap-tiap pribadi memuliakan Allah dalam hidupnya.

Apakah hidup anda dalam kesendiriaan yang sia-sia? Apakah anda mempunyai pasangan, sahabat atau teman yang dapat menolongmu makin bertumbuh dalam Tuhan?