"Natal Mengubah Jalan Hidup Manusia" (Matius 2:1-12)

Bagaimana kita menyambut Natal di tahun ini? Apakah Natal kita sungguh rindukan? Peringatan Tahunan umat Kristen ini seharusnya menjadi momen rutin bagi umat Kristen merefleksikan sikap hidup selama ini dalam kepengikutan kita kepada Raja yang dilahirkan itu.
                Ada dua tokoh yang jalan hidupnya terlihat jelas dalam narasi Natal di dalam kitab Matius. Siapakah dari tokoh ini yang mencerminkan jalan hidup kita?Mari kita lihat...

Jalan Hidup yang Menolak Natal: Jalan Hidup Herodes
Siapa Herodes?
                Raja Herodes yang disebut dalam PB ada 5 orang: Herodes Agung, Herodes Arkelaus, Herodes Antipas, Herodes Agripa I dan Herodes Agripa II. Herodes yang diceritakan di sini adalah Herodes Agung.
Herodes dilahirkan pada tahun 73 SM. Ia seorang yang pandai dan cakap, mahir dalam taktik perang, berbakat dalam bidang politik. Di tengah-tengah pergulatan politik Roma yang pasang surut, kacau tak menentu, dia dapat menyesuaikan diri dengan baik, mulai dari Julius Kaisar hingga Kaisar Agustus. Herodes juga seorang yang berkontribusi besar bagi pembangunan kota-kota di wilayah kekuasaaanya. Ia yang memimpin pembangunan gedung-gedung megah pada zamannya. Ia merenovasi Bait Allah menjadi sangat megah, ia membangun kuil untuk kaisar Agustus, ia membangun gelanggang olah raga, teater dan konsorsium. Ia juga memperkokoh benteng pertahanan.
Namun, di sisi lain Herodes mempunyai karakter yang buruk. Ia seorang yang suka menjilat dan mengkhianat demi memperoleh kekuasaan. Dan yang paling mengerikan dalam sejarah, ia dikenal sebagai seorang raja pembunuh. Ia membunuh semua anggota keluarga besarnya karena curiga mereka bersekongkol merebut tahtanya. Isterinya, anaknya, iparnya, pamannya semua ia bunuh, karena kuatir tahtanya direbut. Bahkan 5 hari sebelum meninggal ia membunuh anak sulungnya, Anti Pater, karena ketahuan merasa senang karena ia setelah ayahnya meninggal ia yang akan memimpin kerajaan. Oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa lebih baik menjadi babi Herodes dari pada menjadi anaknya.

Itulah sebabnya ketika ia mendengar dari orang-orang Majus bahwa raja orang Yahudi telah lahir, ia menjadi terkejut (ay. 3). Ia terkejut karena seorang yang mengancam tahtanya telah lahir. Karena itu ia memanggil Imam Kepala dan Ahli Taurat bangsa Yahudi untuk mencari tahu informasi itu (ay. 5-6). Lalu ia berbohong kepada orang Majus dengan berpura-pura ingin menyembah sang raja, tetapi sesungguhnya ia ingin membunuh (ay. 7-8). Terbukti ketika rencana jahatnya gagal karena orang Majus tidak kembali kepadanya, ia membantai semua bayi dibawah 2 tahun (ay. 12,16).

Respon Herodes terhadap natal mengingatkan kita bahwa pada dasarnya ada orang yang menolak kehadiran Kristus. Kita tidak punya kerajaan untuk diatur, tetapi punya hati dan kehidupan untuk diatur. Pertanyaannya siapa yang mengatur hidupmu? Siapa yang duduk di tahta hatimu? Banyak orang yang menolak Kristus memerintah dalam hatinya. Ia ingin dirinya yang mengatur kehidupannya. Ia menolak Kristus dan ia menolak orang-orang yang Tuhan pakai untuk mengarahkan hidupnya kepada Allah. Inilah semangat hidup herodes yang ada dalam diri orang-orang Masa kini.
Ia ingin mengatur sendiri hidupnya, ke arah yang ia mau. Ia melawan segala sesuatu yang ingin memimpin hidupnya kepada kebenaran. Ia melawan orangtua, Ia melawan guru, ia menerobos aturan-aturan, ia tidak peduli kepada pendeta, kakak-kakak rohani. Ia menolak kebenaran dan akhirnya ia menolak Allah sendiri. Ia ingin hidupnya dibawah kendalinya sendiri.
                Nah yang lebih mengerikan lagi adalah semangat kepura-puraan Herodes. Pura-pura ingin menyembah Yesus, tetapi jauh di lubuk hatinya ia punya maksud hati yang tetap jahat. Di mana orang-orang ini berada? Di dalam lingkungan kekristenan. Orang yang mempunyai semangat “pura-pura,“
Tetapi datang gereja, ikut perayaan Natal, mungkin ikut melayani, jadi panitia, jadi pengurus tetapi semua itu hanya pura-pura karena DOSA tetap dijalani. Orang yang mempunyai semangat pura-pura ala Herodes inilah yang menghancurkan persekutuan. Biang masalah di gereja, sumber keributan di persekutuan.
                MOMEN NATAL TAHUN INI biarlah menjadi momen bagi kita untuk mengoreksi hidup apakah saya sudah menyerahkan hidup saya di-RAJA-i oleh Yesus dan dipimpin oleh Allah. Biarlah ini menjadi momen kita untuk mengevaluasi kehidupan kekristenan kita: apakah semangat yang murni atau semangat yang pura-pura.

Jalan Hidup yang Menerima Natal: Jalan Hidup Orang-orang Majus
Siapa orang-orang Majus ini?
Para pakar Alkitab tidak dapat memastikan mengenai jatidiri orang Majus ini. Salah satu kemungkinan adalah mereka ini orang Media Persia. Para Majus diduga merupakan keturunan para guru dan penasehat raja-raja Persia. Para Majus merupakan kumpulan orang-orang saleh dan berhikmat. Mereka paham filsafat, ilmu pengobatan dan ilmu pengetahuan. Mereka mempunyai mempunyai kebiasaan menafsirkan mimpi.
Mereka juga adalah orang yang percaya akan astrologi. Mereka percaya bahwa mereka dapat mengetahui masa depan dari bintang-bintang, dan mereka percaya bahwa jalan hidup seseorang ditentukan dari bintang apa yang nampak ketika ia lahir.
Dalam kisah yang kita baca Allah memakai sebuah bintang untuk memimpin mereka sampai kepada raja yang telah dilahirkan itu, yaitu Yesus (ay.2,9-10). Ini bukan perjalanan yang singkat hampir dua tahun mereka berjalan mencari sang raja (bdk. ay 16). Dan melalui mimpi Allah memimpin mereka untuk tidak kembali kepada Herodes yang menipu mereka (ay. 12). Ketika para majus menjumpai Yesus, mereka sujud menyembah dan memberikan persembahan, sebagai tanda komitmen dan pengakuan mereka kepada Yesus sebagai raja dalam hidup mereka (ay.11).

Respons para Majus menyadarkan kita bagaimana seharusnya kita berespons terhadap Natal. Kehidupan para majus menantang kita untuk terus menerus hidup dalam pimpinan Tuhan, taat melakukan kehendak Allah. Kehidupan para majus mengajak kita untuk datang dan menyembah Yesus dan menjadikannya raja atas hidup kita. Bukan lagi kita hidup semaunya, melawan Allah dan kebenarannya. Melainkan mmepersembahkan hidup kita kepada Allah.
Semangat hidup para majus menggambarkan kehidupan yang rela mengorbankan hidup dan miliknya kepada Yesus. Bukan kehidupan yang menuntut hadiah-hadiah natal tetapi kehidupan yang menghadiahkan komitmen kepada Kristus.
MOMEN NATAL TAHUN ini biarlah menantang kita meniru kehidupan dan komitmen para majus. Hidup yang senantiasa mencari kehendak Allah, taat kepada pimpinan Tuhan, mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang berkenan. 

Penutup
                Tema kita pada hari ini adalah natal mengubah jalan hidup manusia. Di hadapan kita ditawarkan jalan hidup Herodes atau jalan hidup para Majus. Jalan hidup Herodes adalah jalan hidup pemberontakan, tetapi jalan hidup para majus adalah jalan hidup ketaatan. Ada murka diujung jalan Herodes, ada sukacita diujung jalan para Majus. Amin.

Download Powerpoint disini