Materialisme, Matre ??? No way !!! (Matius 6:19-21)

            Teman-teman, apa yang dimaksud dengan materialisme di sini? Atau bahasa gaulnya matre?  Materialisme pada bagian ini adalah suatu paham yang menganggap materi (uang, harta, benda-benda tertentu) adalah segala-galanya. Materi adalah yang terutama dan paling penting dicari dan dimiliki oleh seseorang. Materi adalah sesuatu yang bisa menjamin kehidupannya. Kebanggaan dirinya ditentukan dari materi yang ia miliki.
Karena itu orang yang matre tergila-gila pada materi (uang, benda-benda tertentu). Ada keinginan yang tak terkendali untuk mengumpulkan atau memiliki materi. Keinginan ini membuatnya menjadi egois dan tidak peduli kepada orang lain.

Salah satunya adalah Imelda Marcos. Imelda Marcos adalah isteri dari salah satu Presiden Filipina, Ferdinand Marcos. Koleksi sepatu Imelda menjadi salah satu simbol kemewahan selama 20 tahun Marcos memerintah. Sekitar 3.000 pasang sepatu ditemukan di kediaman kepresidenan Malancang setelah diktaktor Filipina dan istrinya itu terbang ke AS karena diasingkan tahun 1986. Setelah lengser dari jabatannya, Marcos dan Imelda diadili dengan dakwaan korupsi. Versi PBB,  Marcos mencuri aset negara US$ 5-10 miliar.
Ketika terjadi serangan badai Ketsana Sabtu (26/9/2009) lalu museum tempat menyimpan sepatu ini terkena banjir dan banyak sepatu tersebut yang rusak.  Sia-sia dan rusaklah koleksi itu.
Bukan tidak boleh memiliki lebih dari satu sepatu, tetapi apa perlu 3000 pasang sepatu. Karena setahun 365 hari, berarti sepasang sepatunya mungkin saja tidak terpakai selama 8 tahun. Waw... menyedihkannya karena keluarga Marcos adalah pemerintah yang korup. Uang pembelian sepatu berasal dari uang korup. Ia memiliki 3000 pasang sepatu sementara banyak penduduk Filipina yang hidup miskin.

Teman-teman, Alkitab mengecam orang yang matre. Bagian yang kita baca mengatakan:

1. Jangan kumpulkan harta di bumi
Perkataan ini sama sekali tidak berarti kita tidak boleh memiliki barang-barang pribadi, tidak boleh menabung atau investasi, dll. Larangan ini merupakan larangan mengumpulkan harta secara egoistis; kehidupan yang kelewat berlebihan dan mewah; hati yang membatu terhadap penderitaan umat manusia di bumi, tidak iba kepada tetangga yang serba kekurangan, menganggap hidupnya bergantung pada kekayaannya yang berlimpah-limpah di dunia. (Luk. 12:15)
Mengumpulkan harta yang dimaksud bukanlah si Bijak yang ingin menghemat untuk masa depan, melainkan si Tamak (orang kikir) yang ingin menimbun dan sang materialis yang selalu ingin memiliki lebih banyak dari yang perlu.
           
Ilustrasi
-          VIVAnews - Seorang remaja 17 tahun asal China rela berbuat apapun demi memiliki perangkat elektronik canggih, yaitu komputer tablet iPad 2. Maka, remaja bernama Xiao Zheng itu merasa memiliki peluang saat melihat iklan online yang menawarkan £2.000 atau sekitar Rp27,8 juta kepada seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya. "Saya ingin membeli iPad 2, tapi saya tidak punya uang," kata Zheng kepada Shenzhen TV, seperti dikutip harian Telegraph.
-          Tanpa pikir panjang, Zheng segera menghubungi nomor telepon yang tertera di iklan itu. Ia melakukan operasi pengangkatan ginjal di sebuah rumah sakit di kawasan utara kota Chenzhou, Provinsi Hunan. Zheng melakukan itu tanpa memberi tahu siapapun. Setelah tiga hari menjalani perawatan pascaroperasi di rumah sakit itu, ia langsung membelanjakan uang bayarannya. Ia kembali ke rumah membawa iPad dan sejumlah perangkat canggih lainnya.
-          Yang ada di kepala Zheng mungkin hanya uang melimpah untuk membeli iPad 2. Ia tak berpikir bahwa keputusan itu bisa mengancam jiwanya. Ia tak menyangka bekas luka operasi pengangkatan ginjal itu memicu komplikasi di tubuhnya.
-          Menyedihkannya setelah ia membeli Ipad 2 keluar Ipad 3, sekarang sudah ipad 6

Teman-teman mencari kepuasan di dalam materi dunia, tidak pernah akan ditemukan. Kepuasan sejati ketika kita menggunakan materi itu untuk sesuatu yang bersifat kekal.

Aplikasi:
Ciri orang materialis adalah:
-          suka pamer. Materialis-Exhibionis. Contoh: punya gelang, jam, gadget dipamerkan kadang-kadang dengan cara yang gilani. Geng Motor pembuat onar (motor pinjaman, belum cukup umur, mengganggu oranglain, tidak safety).
-          membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi keinginan – Shopaholic.
-          Mengabaikan etika dan aturan demi mendapatkan barang atau benda yang diinginkannya – Materialis-Antinomia: berbohong, mencuri, korupsi.

Kebiasaan matre ini kadang juga terpengaruh dari orangtua. Orangtua yang materialistis mempengaruhi anaknya menjadi materialistis. Coba amati orangtuamu, apakah mereka mempunyai ciri-ciri orang materialis.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan remaja untuk menjauhi kehidupan yang materialis. Mungkin saja pola hidup seperti itu engkau warisi dari keluargamu, Tetapi engkau punya pilihan untuk hidup tidak seperti mereka; engkau punya pilihan untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Apa saran Alkitab? Dari bagian yang kita baca kita dianjurkan untuk:

2. Kumpulkanlah harta di surga
            Artinya suatu tindakan atau perbuatan yang dampaknya bersifat abadi. Apa itu yang bersifat abadi? Itulah karakter/watak serupa Kristus. Yang harus kita koleksi adalah karakter-karaketer Kerajaan Allah; Sifat-sifat Kristus. Menjadi remaja yang hormat kepada orangtua, remaja yang peduli dengan sesama, remaja yang mencintai Firman Tuhan, remaja yang mau berkorban untuk orang lain. Menjadi remaja yang menarik orang kepada Kristus. Karakter-karakter seperti inilah yang harus kita koleksi, kita latih. Harta ini tidak akan binasa atau rusak atau hilang.
            Kita mengumpulkan harta di surga juga menyangkut kesadaran menggunakan miliknya untuk tujuan-tujuan Kristiani. Di sini diperlukan kerelaan untuk berbagi milik kita untuk dipakai dalam pekerjaan Tuhan.
            Karakter inilah yang bernilai kekal, tidak dapat dicuri, dirampas, atau hilang.

Ilustrasi
            Di Bekasi - Aksi nekad 2 perampok tidak hanya membuat harta Nuliana Edi Supandi (45) raib. Urat nadi tangan kanan dan kiri Nuliana juga putus akibat ditebas celurit kedua perampok. Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/10) pagi. Saat itu, warga Jl Raya Narogong KM 7 RT 04 RW 01 Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi, ini hendak berangkat kerja. Namun, saat menaiki mobil bersama sopirnya, Wawan Kurniawan (32), tiba-tiba datang pelaku merampas tas korban secara paksa. Nuliana mencoba mempertahankan harta bendanya dengan memberikan perlawanan.  Namun perlawanan itu justru membuahkan petaka baginya. Dua pelaku yang  menggunakan motor ini kemudian mengeluarkan celurit dan menebas tangan korban. Akibatnya, urat nadi kedua tangannya putus. Sementara itu, kedua pelaku berhasil kabur dengan membawa uang tunai sebesar Rp 6 juta, 1 unit handphone, 2 kartu ATM BCA dan Bank Bumi Putra atas nama korban dan Safelisa, 1 kartu kredit Visa Master Card.

Bagian ini bukan mau menyatakan bahwa tidak boleh menabung atau memiliki sejumlah uang. Tetapi kisah ini menunjukkan bahwa kepemilikan kita atas uang tidak kekal. Bahkan tidak jarang membahayakan kita.

Aplikasi
                       
Teman-teman, apakah harta yang engkau kumpulkan dapat hilang atau tidak? Dapat rusak atau tidak? Dapat ketinggalan jaman atau tidak? Dapat dicuri atau tidak?
Kita diingatkan bahwa karakter Kristenlah yang tidak dapat rusak, hilang dan dicuri. Itulah harta di surga…
Apakah engkau sudah mengumpulkan harta di surga? Apakah engkau mempunyai karakter-karakter yang serupa dengan Kristus?

Kalo melihat sekeliling kita saat ini, sulit mencari seorang yang berjuang hidup sesuai karakter Kristen. Remaja yang dikenal mempunyai kesetiakawanan tinggi terhadap teman tetapi kenyataannya kesetiakawanan itu hanya sebatas materi. Berkawanan karena materi.
            Sulit mencari remaja yang mau peduli dengan berbagi materi dengan orang lain yang membutuhkan. Yang ada sekarang remaja egois dan sombong hanya karena punya materi tertentu.
      Jarang sekali menemukan remaja yang mengasihi orangtua mereka dengan tulus dan menghormati orangtua mereka. Yang sering ditemu sekarang remaja yang menuntut orangtua memenuhi keinginan mereka akan materi tertentu.

Mengakhiri renungan malam ini saya menantang remaja ini untuk menguji diri, apakah engkau seorang materialis atau tidak. Bisa proyek pribadi atau proyek bersama sahabatmu.
Proyeknya sederhana yaitu peduli terhadap seseorang yang membutuhkan, yang berkekurangan secara materi. Tidak peduli siapapun dia: mungkin orang satu gereja, satu sekolah, satu lingkungan tempat tinggal. Bisa saja lebih tua, seusia, atau lebih muda. Amati hidupnya, doakan dia kalau engkau mampu bantu dia secara materi. Dan TANPA SEPENGETAHUANNYA.. ini untuk menjaga kemurnian hatimu..

Contohnya: carilah seorang anak SD yang tasnya sudah usang di lingkungan tempat tinggalmu, berikan hadiah tas yang baru tanpa sepengetahuannya.