KEHENDAK ALLAH (Efesus 5:17)

            Hari kamis, 14 Januari 2016, terjadi aksi teroris di Jl. Thamrin, sekitar Mall Sarinah. Jakarta. Polisi mengindentifikasi dalang dibalik aksi teroris ini adalah ISIS: Islamic State of Iraq and Syiria. Kita tahu beberapa kelompok teroris seperti ini mengklaim bahwa aksi mereka adalah merupakan upaya mereka melakukan kehendak allah. Hal itu dibantah oleh umat muslim umumnya dan khususnya Indonesia. Bagi umat Islam umumnya: Allah tidak menghendaki aksi terorisme demikian.
             
Ada orang yang tidak peduli Kehendak Tuhan: jalani hidup semaunya. Ada juga orang menjalani hidup yang ia anggap itu kehendak Tuhan, padahal bukan. Selain itu, ada orang yang sungguh-sungguh menjalani hidupnya seperti yang Allah kehendaki. Saudara jenis orang yang mana? 

Ada berbagai momen dalam hidup, dimana biasanya seseorang memikirkan kehendak ALlah: 
Pergantian Tahun atau tahun baru, atau Ulang Tahun merupakan momen biasanya digunakan oleh orang beragama mengevaluasi: apakah selama ini mereka menjalani kehendak Allah atau tidak? Dan kemudian merencanakan jalan hidup yang sesuai dengan kehendak Allah untuk COBA dilalui setahun ke depan.
          Momen ketika berhadapan pada pilihan. Dalam hidup, kita sering kali diperhadapkan pada pilihan (dua atau lebih pilihan). Sebagai orang Kristen, manakah pilihan yang menjadi kehendak Allah?
            Kalo ada pemudi yang di-pdkt-in dua pemuda atau lebih, seharusnya bertanya, manakah kehendak Allah? Si A, si B, Si C, atau bukan ketiganya.

            Bagaimana mengetahui kehendak Allah? Apa ajaran Alkitab tentang kehendak Allah? Paling tidak ada 4 indikator yang menolong kita mengetahui kehendak Allah dalam hidup kita.

1.      Kehendak Allah dinyatakan oleh Allah
·         Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
·         Kolose 1:9-10, “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah”

·         Jika ingin mengetahui kehendak Allah, maka datanglah kepada Allah & minta supaya kehendakNya dinyatakan kepada kita.
·         Seorang memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan, akan diberikan hikmat untuk mengerti kehendak Allah dalam hidupnya. Sebaliknya, seorang yang jauh dari Tuhan akan sulit sekali mengetahui kehendak Allah dalam hidupnya.
·         Apakah relasimu dekat dengan Tuhan? Apakah pernah berdoa meminta Tuhan menyatakan kehendakNya?

2.      Kehendak Allah dimotivasi oleh kasih
·         Matius 9:13, “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
·         I Petrus  2:15, “Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.”
·         Hukum Kasih: Kasih kepada Allah, Kasih kepada Sesama dan Kasih kepada Diri
·         Ekstrim salah satu: Flagelis atau fanatis atau Egois.
·         Segala sesuatu yang bermotivasi kasih dan kebaikan adalah kehendak Allah.
·         Apakah ini wujud ekspresi kasih kepada Allah? Kasih kepada sesama? Kasih pada diri sendiri?

3.      Kehendak Allah didukung oleh potensi diri: SHAPE
·         Ibrani  13:21, “kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”
·         Seperti seorang prajurit yang akan diutus ke medan perang, sebelumnya telah dilatih dan diperlengkapi.
·         Rick Warren menyatakan paling tidak ada lima 5 potensi yang Allah bentuk dalam diri kita untuk melakukan kehendakNya: Spiritual Gift (karunia rohani), Heart (beban), Abilities (Kemampuan), Personality (Tipe Kepribadian), Experiances (Pengalaman).
·         Untuk mengetahui kehendak Allah diperlukan pengetahuan akan diri sendiri. Pengenalan diri menolong dalam pengenalan kehendak Tuhan.
·         Apa SHAPE-mu?

4.      Kehendak Allah dijalani dalam kebenaran
·         Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
·         I Tesalonika  4:3, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan”
·         Jika kita menjalani kehendak Allah maka kita terus menerus semakin berbeda dengan cara hidup yang duniawi, sebaliknya jika hidup kita perlahan-lahan jauh dari kekudusan dan mulai meninggalkan hal-hal benar dan kudus, maka kita tidak sedang menjalani kehendak Tuhan.
·         Kehendak Tuhan adalah tetap dalam jalan yang benar dan kudus.
·         Adakah hal-hal benar yang sudah kita tinggalkan? Mulai malas berdoa, saat teduh, ibadah, berbagi, dll.

PENUTUP
            Efesus 5:12 memberi kita hanya dua pilihan: jadi orang bodoh atau jadi orang yang mengerti kehendak Tuhan. Tentu kita ingin memilih pilihan kedua karena itu: berusalah mengerti kehendak Allah dengan meminta penyataan dari Allah, tetap termotivasi oleh kasih, mengenali SHAPE diri dan tetap hidup dalam kebenaran.