Be Real, Be Real You (1Yohanes2:15-17)

Pendahuluan
            Firman Tuhan hari ini atau khotbah hari ini diberi judul be real the real you. Bagian ini mau mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kehidupan kita, saudara dan saya, di dunia maya atau online. Untuk bisa beraktivitas di dunia maya (dunia tidak riil) kita membutuhkan perangkat elektronik yang secara umum disebut gadget. Gadget bisa merujuk pada smartphone, Tab, PC ataupun laptop, TV dan Virtual Reality (VR) dan lain sebagainya.
Saya mengajak saudara melihat 1 video berikut

Video ini menggambarkan dampak atau akibat yang diderita oleh Sohu karena terlalu terlalu banyak atau terlalu lama bermain game di Smartphonenya. Sohu kecanduan game, bermain dari pagi hingga malam tanpa istirahat, kemudian mengabaikan peringatan ibunya dan akhirnya terjadilah kebutaan tersebut. Menatap layar gadget dalam batas normal berdasarkan penelitian tidak merusak mata. Yang merusak mata adalah ketika itu melewati batas normal. Di saat mata seharusnya beristirahat atau rileks kemudian dipaksa bekerja membuat mata menjadi lelah dan dampaknya membuat gangguan penglihatan.
Kesehatan mata yang memburuk merupakan salah satu saja dampak dari terlalu lama menggunakan gadget untuk online, berinteraksi di sosial media ataupun untuk bermain game. Sebuah penelitian menunjukkan fakta bahwa terlalu banyak menggunakan Smartphone atau gadget terlalu lama membawa dampak negatif lain diantaranya tidak stabilnya mood atau emosional seseorang; sangat mudah rasa cemas, marah, tidak bisa bersabar. Selain itu, relasi sosial yang riil, yang nyata, dengan orang-orang yang ada di sekitar menjadi terganggu. Bisa dengan orangtua atau keluarga, atau teman-teman di sekitarnya. Cenderung menyendiri meski ada di tengah-tengah sekelompok orang. Sulit berkomunikasi secara riil. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah hancurnya relasi dengan Tuhan: malas beribadah, malas berdoa, malas baca Alkitab. Sehingga lahirlah generasi yang menolak Tuhan.

Saudara salahkah kita menggunakan teknologi? kelirukah jika kita memanfaatkan gadget di dalam kehidupan kita? Apakah contoh-contoh tadi mau menunjukkan bahwa kita tidak boleh bermain game atau kita tidak boleh online? Tidak boleh menggunakan gadget?

Motivasi yang benar Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Kerajaan Allah
Saudara, teknologi yang kita miliki, peralatan yang kita gunakan termasuk gadget, merupakan sesuatu yang bersifat netral; yang membuatnya menjadi tidak netral adalah motivasi atau alasan kita menggunakannya.
Dalam bagian yang kita baca kita diperlihatkan dua motivasi yang tiap orang pasti miliki, sadar atau tidak, sengaja atau tidak, ketika ia menggunakan atau melakukan apapun. Rasul Yohanes mengingatkan jemaat pada saat itu untuk memperhatikan dua motivasi itu. Dua motivasi itu adalah motivasi mengasihi dunia atau motivasi mengasihi Allah Bapa. Ayat 15-17 seperti membandingkan dua motivasi ini. Mengasihi dunia atau mengasihi Bapa (ay. 15); berasal dari dunia atau berasal dari Bapa (ay.16), sedang lenyap atau hidup selama-lamanya (ay.17). Yohanes mengingatkan sebagai orang percaya, maka jemaat seharusnya menolak motivasi keduniawian dan memilih mengasihi Allah sebagai motivasinya.
Mengasihi dunia berarti mengikuti keinginan daging atau dosa sedangkan mengasihi Allah berarti melakukan kehendak Allah; mengasihi dunia berarti menuruti keinginan mata memuaskan keinginan mata dan apa yang nampak, sedangkan mengasihi Allah berarti memperbaharui hati, karakter dan kerohanian, yang tidak nampak; kasih kepada dunia membawa pada keangkuhan hidup atau kesombongan diri, sedangkan kasih kepada Bapa membawa pada peninggian Tuhan dalam kehidupan kita.
            Dalam surat Paulus kepada jemaat Korintus ada prinsip yang sangat cocok diterapkan pada masa kini. 1Korintus 10:23, “"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” Pada masa itu orang berselisih paham tentang makanan yang boleh dan tidak boleh. Paulus mengingatkan bukan persoalan boleh tidak boleh, melainkan berguna atau tidak, membangun atau tidak.
            Sesuatu yang sesuai kehendak Allah adalah sesuatu yang berguna: bagi diri sendiri-bagi sesama-bagi Kerajaan Allah. Aktivitas yang mengasihi Allah adalah aktivitas yang membangun: relasi diri sendiri-relasi dengan sesama-relasi dengan Allah.
            Prinsip Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Tuhan ala Paulus ini juga berlaku dalam penggunaan teknologi dan di dunia maya. Artinya silahkan beraktivitas di dunia maya, silahkan menggunakan gadget sejauh itu Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Tuhan. Namun ketika aktivitas itu merusak diri, mengganggu relasi dengan orang lain, membuat ibadah dan relasi dengan Allah diabaikan, maka itu sudah tidak lagi mengasihi Allah, melainkan keduniawian.

Ilustrasi

sumber: medium.com
 Bagan 1: Jika media sosial menjadikan kita anti sosial dan kehilangan kehangatan komunikasi secara nyata, maka itu tidak lagi Berguna dan Membangun: Diri-Sesama-Tuhan.
           








sumber: utdmercury.com

Bagan 2: Sebuah survey yang dilakukan di Australia, menunjukkan fakta berikut.










Aplikasi
Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, mari sejenak merenungkan kembali. Selama ini ketika engkau berinteraksi dengan smartphonemu,  atau ketika kamu online, ketika bermain games; seberapa berguna itu bagi dirimu-sesama dan Allah?  Apakah itu mengganggu studimu? apakah itu menyita waktu istirahatmu? apakah itu mengganggu waktumu berelasi dengan orang tua? apakah itu membuat emosi mau tidak stabil apakah itu membuat kamu mudah marah, mudah tersinggung? apakah itu membuat kamu malas beribadah, berdoa baca Alkitab?
Atau sebaliknya ketika kamu menggunakan Smartphonemu belajar firman Tuhan,  kamu cari kebenaran? Apakah aktivitasmu di dunia maya mendukungmu dalam membangun kehidupan rekanmu, menjadi berkat bagi orang lain? kamu bukan hanya jadi konsumen dari segala hal yang ada di dunia maya tapi kamu juga produsen menghasilkan konten-konten yang kreatif dan positif? Apakah postingan dan tulisan-tulisanmu menolong orang semakin dekat dengan Tuhan? apakah penggunaan gadget atau juga komputer atau juga smartphonemu membuat relasi dengan orangtua menjadi lebih baik? kamu bisa menunjukkan perhatian kepada mereka dengan menggunakan semua itu. Kamu bisa memakai itu untuk mengenang momen-momen dengan orang-orang di sekitarmu.
Saudara-saudara kita sebagai orang percaya dipanggil untuk memiliki motivasi yang benar, yaitu motivasi yang mengasihi Allah dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi yang berkembang saat ini;


Motivasi yang Benar memiliki Dampak yang bernilai Kekal
            Mengapa kita perlu serius memikirkan motivasi ketika menggunakan gadget? Mengapa kita harus sungguh-sungguh memperhatikan prinsip Berguna dan Membangun: diri-sesama-Kerajaan Allah? karena dampaknya itu bernilai kekal.

Mary Crowley pernah berkata “kita bebas sampai kita memilih, lalu pilihan tersebut mengendalikan sang pemilih.”  Artinya apa? kamu memiliki kebebasan menentukan motivasimu menggunakan gadget, tapi dampak dari pilihanmu itu tidak bisa kamu kendalikan. Kamu punya kehendak bebas untuk mengikuti kehendak Allah atau keinginan duniawi ketika beraktivitas di dunia maya, tetapi akibatnya tidak bisa kamu pilih.

Apa konsekuensi atau dampak atau akibat dari motivasi yang salah yang kita pilih?

Di ayat 17 dinyatakan, “dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Motivasi saudara dan saya memanfaatkan teknologi, berinteraksi di dunia maya, menggunakan gadget, menentukan ke mana arah kita melangkah. Apakah ke arah kehidupan duniawi yang sedang lenyap atau ke arah kehidupan yang bernilai kekal bersama-sama dengan Allah Bapa?
Jika kamu memilih keduniawian atau motivasi dunia, kesenangan diri, kesenangan mata, hidup dalam dosa, maka kamu akan terjebak tidak ada sesuatu yang bersifat sementara, yang sedang menuju kepada kebinasaan. Tetapi jika kamu memilih motivasi yang benar dalam memanfaatkan teknologi, ilmu pengetahuan yang ada, menjadi sesuatu yang berguna dan membangun bukan hanya bagi dirimu, tetapi bagi orang-orang di sekitarmu, serta memuliakan nama Tuhan, maka itu merupakan pilihan yang bernilai kekal.

Ilustrasi
            Saudara mungkin masih mengingat ada seseorang bernama Wang, yang menjual ginjalnya demi membeli iPad (https://nasional.kompas.com/read/2012/04/09/07575660/pemuda.jual.ginjal.demi.ipad.dan.iphone).  Berita ini ditulis tahun 2012. Jadi pada tahun 2012, Wang menjual ginjalnya untuk membeli iPad yang sedang booming pada saat itu; sejak 2012 Wang punya ipad tapi dia kehilangan ginjal.
Saya penasaran lalu iseng-iseng baca sejarah perkembangan ipad di wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/IPad). Saya jadi tahu bahwa tahun 2012 yang baru release itu adalah ipad 4. Dan rupanya TIAP tahun ipad terbaru selalu di-release. Artinya kebanggaan memiliki ipad terbaru itu hanya bertahan 1 tahun, tahun depan akan di-release keluaran terbaru. Yang paling membuat saya miris dengan keputusan Wang adalah bahwa ipad 4 terakhir di-support oleh Apple itu tahun 2017 (5 tahun). Jika sudah tidak di-support berarti bagi Apple produk itu sudah usang. Betapa sementaranya kebanggaan duniawi.

Saya beri satu contoh ekstrim lagi ya. Seorang anak bernama usia 20 tahun. Dia sedang bermain counter strike cs di dalam permainan itu karakternya atau jagoan nya dikalahkan oleh karakter orang lain atau jagoan orang lain dalam sebuah pertarungan dengan menggunakan pisau. Apa yang dilakukan oleh anak ini dia mencari Siapa orang yang mengalahkan karakternya itu dia berhasil temukan dalam pencarian selama 6 bulan. Permainan itu dilaksanakan bulan november kemudian padamu bulan media menemukan orang yang mengalahkan dia di dalam permainan dan apa yang dia lakukan dan datang ke rumah orang tersebut dengan membawa pisau ke dan dia mengetuk pintu ketika pintu dibuka dia hujan kan bisa itu ke dada orang yang mengalahkan dia di dalam permainan beberapa bulan yang lalu. Akibatnya Dia didakwa dan divonis bersalah dan kemudian masuk penjara. (https://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/europe/france/7771505/Video-game-fanatic-hunts-down-and-stabs-rival-player-who-killed-character-online.html)

Berikut fakta dan data Game Online. Fakta dan data ini di sisi lain menggambarkan bahwa Game Online bersifat sementara. Counter Strike pada awal kemunculannya sangat booming dan digandrungi, tetapi saat ini mulai ditinggalkan. Tahun 2017 COC di idolakan di Indonesia, tetapi tidak di dunia. Apakah tahun-tahun depan COC akan tetap diminati di Indonesia? Saya yakin tidak. Akan ditinggalkan pada waktunya. Oleh karena itu sayang sekali bahkan sangat miris jika kita mengorbankan relasi dengan diri-sesama-Allah untuk bermain game yang akan usang. Silahkan bermain game terkini, tetapi jangan korbankan hal-hal yang penting lainnya.

Aplikasi
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini Firman Tuhan mengajak kita mengevaluasi kembali motivasi kita beraktivitas di dunia maya, motivasi menggunakan teknologi, menggunakan gadget, menggunakan smartphone. Firman tuhan mengingatkan bahwa ada dampak yang signifikan dari motivasi yang engkau pilih. Jika kamu memilih kehidupan yang duniawi, motif yang bersifat duniawi, maka kehidupanmu sedang lenyap, kebanggaanmu sifatnya sementara dan sedang menuju kepada kebinasaan. Tetapi jika engkau memilih motivasi yang sesuai kehendak Tuhan, memperhatiakan dengan baik prinsip berguna dan membangun: diri, sesama dan kerajaan Allah, maka kamu berjalan dalam terang dan pilihanmu bernilai kekal.

Apakah games yang kamu mainkan membuat kamu mengorbankan hal-hal yang sifatnya lebih utama, lebih kekal, lebih bermakna? Jika kamu kecanduan game tertentu dan sangat bangga dengan pencapaianmu disana, maka saya beritahu bahwa game itu hanya bertahan beberapa tahun, kebanggaanmu hanya sementara. Sedangkan ketika kamu mengabaikan kesehatan, efeknya bertahun-tahun bahkan mungkin seumur hidupmu; jika engkau mengabaikan studimu, maka efeknya jangka panjang, jika engkau mengabaikan relasinya dengan orangtua, maka efeknya adalah bertahun-tahun di dalam kehidupanmu. Jika tontonanmu menyita begitu banyak waktumu, jika penggunaan smartphonemu membuat kamu tidak lagi mengasihi Tuhan, enggan berdoa dan beribadah, maka kamu sedang menuju kepada kebinasaan.





download powerpoint disini