Menghadapi Saksi Yehuwa (1Tim. 1:3-7; 4:1-5)


Pendahuluan
                Siapakah di antara kita yang bisa menjamin bahwa orang yang ada disamping kita, yang beribadah saat ini, akan tetap setia di dalam iman mereka sampai akhir hayat? Atau siapa yang bisa menjamin bahwa anak-anak kita akan mewarisi dan memegang teguh iman kepada Kristus, mengasihi Tuhan dan Juruslamatnya Yesus Kristus? Bahkan siapa yang bisa menjamin dirinya sendiri akan tetap setia dalam iman sampai akhir hidupnya atau kedatangan Kristus yang kedua?
                Saya pernah ada pada satu titik persimpangan iman. Saya pernah berada pada satu pergumulan yang mempertanyakan iman Kristen saya. Apakah saya harus tetap meyakini iman ini atau meninggalkannya. Itu terjadi di Surabaya, kira-kira di tahun 2003, setahun setelah pertobatan saya dari kekristenan tanpa pertobatan (KTP). setahun setelah saya bertobat, saya dikunjungi oleh dua orang tamu tak diundang yang mengaku Kristen. Kami berdiskusi seminggu sekali selama kira-kira 3 bulanan.
Salah satu topik yang kami diskusikan adalah apakah Yesus benar-benar Allah. Saya yakin dan kokoh dengan itu, tetapi mereka mengatakan Yesus bukan Allah. Dia kasih saya buku, saya juga kasih dia buku. Di suatu hari, sebelum mereka pulang, mereka kasih satu PR.  “vic, kamu kan yakin Yesus itu Allah yang Mahakuasa. Kalau Ia Allah maka Ia tidak diciptakan, bukan?. Coba buka Amsal 8:22, ‘Tuhan telah menciptakan aku (konteksnya merujuk pada hikmat) sebagai permulaan dari pekerjaan-Nya …’ skarang coba buka 1 Korintus 1:24, ‘Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.’ Bagian ini jelas menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah hikmat Allah dan Ia diciptakan. Bagaimana menurut kamu? Kita ketemu minggu depan!”
Ketidakpahaman saya ttg dua ayat ini membuat saya berada dipersimpangan  iman saya. Apakah Yesus benar Allah yang Mahakuasa seperti yang diajarkan oleh guru sekolah minggu dan pendeta? Saya baca lagi Alkitab, baca buku-buku Rohani dan bertanya ke kakak pembimbing di persekutuan. 
                siapakah tamu-tamu ini? Merekalah saksi Yehuwa/Yehovah.
               
Ada ajaran sesat di sekitar jemaat
                Saya tidak tahu apakah saudara pernah dikunjungi oleh saksi-saksi Yehovah. tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun ini saya pindah ke bandung. Sudah tiga kali rumah saya dikunjungi oleh saksi Yehovah. saya sudah punya salah satu no hp penyiar ajaran mereka. Saya melayani di PMK 3 Univ. Parahyangan. Salah satu adik bimbingan saya mengatakan bahwa ia satu kos dengan saksi Yehovah. Ketika pelayanan di Jatinangor, Univ. Padjajaran. Adik-adik pelayanan di sana mengatakan bahwa salah satu tantangan mereka di sana adalah keberadaan saksi Yehovah. Di Bandung mereka mempunyai satu tempat pertemuan yang mereka sebut BALAI KERAJAAN SAKSI-SAKSI YEHUWA di, tepatnya di Jl. Dr. Rubini No. 1.
                Kalau melihat konteks lebih luas, keberadaan SY di Indonesia, terungkap dalam LAPORAN TAHUNAN mereka untuk tahun 2012.
Jumlah
Penduduk
Indonesia
Hadirin Peringatan
Rata-rata Penyiar
2011
Jumlah yang dibaptis 2011
Jumlah Sidang
2011
Pemahaman Alkitab Rumah
237.600.000
52.945
22.296
840
374
26.836
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa SY ada di sekitar kita. Mereka mencoba menyebarkan pengajaran mereka.
                SY dirintis oleh Charles Taze Russel (1852-1916). SY memulai kegiatan mereka di Indonesia pada 1931 oleh perintis SY dari Australia. Pada Mei 1968, mereka diterima secara resmi dan diperkenankan beroperasi di seluruh wilayah RI, berdasarkan surat keputusan Depag RI. Baru setahun sejak disahkan SY sudah menimbulkan masalah. Akibatnya pada 7 Desember 1976 Jaksa Agung mengeluarkan surat keputusan dengan nomor Kep. 129/JA/12/1976 yang melarang kegiatan SY karena alasan pelanggaran hukum, menentang kebijakan politik dan mengganggu kerukunan beragama.
                Pada tahun 2001 di bawah pemerintahan Presiden Abdurachman Wahid pintu untuk SY terbuka lagi. Setelah mengadakan pendekatan dengan pemerintah, maka SY kembali bebas beraktivitas. Pada 1 Juni 2001, Marzuki Darusman, jaksa agung waktu itu, mengeluarkan surat keputusan Jaksa Agung RI nomor: Kep.255/A/JA/06/2001 tentang pencabutan pelarangan aliran SY. Dasar pertimbangan pencabutan ini adalah prinsip-prinsip demokrasi. Sejak hari itu, SY lebih leluasa lagi menyebarkan ajarannya.
Keberadaan ajaran sesat disekitar jemaat Kristen, bukan baru ada saat ini. Sepanjang sejarah Kekristenan, penyesatan ada. Khususnya pada jemaat Efesus, dimana Timotius melayani.  Di 1Tim. 1:3 ditulis, “ … aku mendesak engkau supaya tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan AJARAN LAIN …” Ajaran lain itulah ajaran sesat.
Dalam Mat. 24:11, “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.“ Juga dalam 2Pet. 2:1, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.“
Mengapa SY dikatakan ajaran sesat? Karena mereka mengajarkan ajaran lain yang tidak sesuai dengan ajaran Firman Tuhan yang dinyatakan di dalam Alkitab.
Ajaran Kristen (Pengakuan Iman Rasuli)
Ajaran SY
Mengakui Allah Tritunggal
Tidak menerima ketritunggalan Allah
Yesus adalah Allah yang Mahakuasa, bukan Ciptaan
Yesus adalah suatu allah, allah ‘kecil‘ dan diciptakan
Roh Kudus adalah pribadi Allah (berkehendak, berkemauan, berketetapan)
Roh Kudus adalah tenaga aktif Allah
Ada Penghukuman Kekal
Tidak ada penghukuman kekal

Beberapa sikap dan perilaku SY yang berbeda dengan Kekristenan:
·         Vaksinasi adalah pelanggaran langsung terhadap perjanjian kekal yang Allah buat dengan Nuh setelah air bah (Golden Age, 2/4/1931, h.293)
·         SY menganggap semua transplantasi organ sebagai kanibalisme, karena itu tidak dapat diterima (Awake, 6/8/1968, h.21)
·         Menolak transfusi darah karena perintah tidak makan darah (Kis. 15:29) harus ditaati semua Israel rohani sebagai representasi kehendak ilahi (WT, 4/15/1909, h. 4374)
·         SY menolak berpartisipasi dalam upacara bendera karena itu dianggap penyembahan berhala (Awake, 9/8/1971, h.14)
Kita n bisa mengenali SY dari ajaran mereka ataupun sikap/perilaku mereka yang berbeda karena pemahaman yang salah tentang kebenaran.

Renungkan!
Keberadaan ajaran sesat di sekitar kita membuat kita perlu berjaga-jaga. Bukan hanya menjaga diri tetapi juga keluarga kita, pasangan dan anak-anak kita. Sedini mungkin kita mendeteksi keberadaan ajaran sesat, membuat kita bisa menangani sedini mungkin dengan tepat dan benar. Jangan abaikan jikalau anggota jemaat atau anggota keluarga kita mempertanyakan kebenaran-kebenaran dasar Kristiani, mungkin di tempat bekerja atau di kampus atau di tempat-tempat nongkrong mereka berjumpa dengan SY yang mencoba mempengaruhi mereka. Kalau mengunjungi rekan atau kerabat dan mendapati literatur SY (seperti majalah sedarlah, menara pengawal), tindak lanjuti itu, karena pasti ia pernah bertemu dengan orang-orang SY. Jangan pernah abaikan itu.


Dampak pengajaran sesat bagi jemaat
                Apa sebenarnya dampak dari ajaran sesat itu bagi jemaat? Keberadaan ajaran sesat di sekitar jemaat bukan tanpa dampak. Jika kita abai terhadap keberadaan mereka, jika kita abai terhadap orang-orang sekitar kita yang dijangkau mereka, maka itu akan menjadi penyesalan kita, penyesalan gereja.
Dalam bagian yang kita baca di 1Tim. 4:1-2 dinyatakan bahwa pengajaran sesat tersebut membawa beberapa orang meninggalkan iman Kristen dan menjadi murtad. Mereka tidak percaya kebenaran Kristiani karena pengaruh ajaran sesat tersebut. Di ayat 3-5, mereka mengajarkan ajaran-ajaran yang membuat jemaat bingung. Dan akhirnya menghambat pertumbuhan iman jemaat.
Jika dibandingkan dengan penyesatan yang dialami jemaat Galatia, kita mendapati hal serupa. Dalam Gal. 1:6-7 dinyatakan, "Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus."
                Karena itu, untuk mengantisipasi dampak inilah, maka Paulus mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus dan menasehati para penyesat itu (1Tim. 1:3). Paulus ketika mengunjungi jemaat di Makedonia, ia tahu ada sesuatu yang berbahaya berkeliaran dan mengancam jemaat. Paulus tidak mengabaikan, ia langsung meresponi.

                Dalam sebuah literatur yang saya baca mengenai pengaruh SY, ada yang mencatat bahwa sekitar 60% dari pengikut SY berasal dari orang Kristen. Bahkan sebenarnya pendirinya berasal dari gereja Presbiterian. Artinya apa? Jika ada sepuluh orang SY di Indonesia ditanya: apa kepercayaan lamamu?, maka 6 orang dari mereka mengatakan saya orang Kristen dari gereja A, atau B, atau C. Saya berharap tidak dari mereka yang berkata saya dulu orang Kristen dari tempat kita beribadah kini.
 Ada tujuh langkah indoktrinasi yang dilakukan oleh SY:
ü  Kunjungan perkenalan: menawarkan brosur/buletin – Menara Pengawal; Sedarlah; majalah tematik (mis: Roh orang Mati)
ü  Kunjungan kembali ke rumah. Jika disambut baik pada kunjungan pertama, maka mereka akan datang lagi dan mendiskusikan bahan yang diberikan
ü  PA di rumah.
ü  PA sedaerah
ü  Undangan ke Balai Kerajaan
ü  Pengutusan sebagai penyiar: setelah diperlengkapi khusus
ü  Pembaptisan ke dalam teokrasi: setia dalam langkah sebelumnya dan menjawab 120 pertanyaan dari penatua.

Renungkan!
                 Jika kita tidak bersikap dengan tepat terhadap ajaran ini, maka pengajaran mereka akan mengacaukan jemaat. Dan pada titik tertentu jemaat bisa dipengaruhi dan menjadi murtad. Apa dampaknya jika kita tidak peduli dengan rekan atau keluarga yang kita tahu dikunjungi oleh SY? Bukan tidak mungkin pasangan kita, anak kita atau orangtua kita akhirnya meninggalkan gereja  karena terpengaruh. Saya berdoa supaya itu tidak terjadi. Saya berdoa supaya kita bisa menyadari keberadaan dan jejak mereka. Dan Saya berdoa supaya kita bersikap dengan tepat.

Cara menghadapi ajaran sesat  
                Pertanyaannya adalah bagaimanakah sikap yang tepat menghadapi SY? Apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus disiapkan? Bagaimana menolong rekan atau keluarga anggota SY?
Pertama-tama sadarilah bahwa SY adalah orang yang harus dikasihi. Benci ajarannya yang keliru, tetapi kasihi orangnya. Di 1Tim. 1:3, Paulus meminta Timotius untuk menasihati orang yang mengajarkan pengajaran lain. Di 1 Tim. 1:5 Paulus menyatakan bahwa tujuan nasihatnya adalah kasih.
Dalam filosofi suatu pertandingan dikenal teknik bertahan dan menyerang. Saat sekarang ini lagi ramai pertandingan sepakbola antara negara-negara eropa. Dalam suatu pertandingan sepakpola ada teknik bertahan dan ada teknik menyerang.  
                Dalam menghadapi SY kita harus bertahan dari serangan mereka. Kita harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tentang iman Kristen. Kita dipanggil untuk mampu mempertanggungjawabkan iman kita. Bagaimana membentuk pertahanan iman yang kokoh? Tekun belajar firman (1Tim. 4:13). Selain bertahan, kita juga mampu menyerang ajaran-ajaran mereka yang keliru. Kita juga dipanggil untuk mampu menunjukkan kesalahan, ketidakkonsistenan ajaran mereka.
                Selain itu, mereka juga butuh Injil, berita pengampunan dalam Kristus itu. Meski mereka menyebut Yesus, Yahweh, Roh Kudus dan berbagai istilah Kristiani, mereka tidak mengenal pengampunan yang Cuma-Cuma dari Allah dalam Kristus. Mereka tidak mengenali anugerah keselamatan itu. Mereka masih mencari keselamatan. Karena itu Berita Sukacita itu juga diperuntukan bagi  mereka.
                Bagaimana menghadapi mereka? Bertahan, menyerang, beritakan Injil!

                Apakah saudara siap menghadapi SY? Apakah saudara sekalian mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan SY tentang iman Kristenmu? Apakah gereja ini menolong jemaatnya siap menghadapi penyesatan? Apakah saudara sekalian tahu bagaimana cara menyerang SY?

Salah satu cara menyerang SY adalah menyerang ajaran organisasi mereka. SY sangat tunduk pada ajaran organisasi. Bagi mereka ajaran organisasi setara dengan FT. Karena itu pada titik tertentu ajaran organisasi tidak mungkin salah. Dalam satu tulisan tentang  “MEMENANGKAN SAKSI YEHUWA“ dinyatakan bahwa rupanya organisasi SY ini berulang kali melakukan kesalahan dan menunjukkan ketidakkonsistenan. Contoh ajaran mereka tentang perayaan Natal:
Tanggal perayaan Natal adalah sesuatu yang tidak penting; kita benar-benar bisa bergabung (WT 12/15/1903, h. 3290)
Jangan berselisih tentang tanggal; bergabunglah dengan dunia dan rayakan natal (WT 12/1/1904, h. 3468)
Natal adalah sangat penting, tidak masalah dengan tanggalnya (WT, 12/15/1926)
Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember ... karena itu merayakan ulang tahunnya melalui
perayaan Natal pada 25 Desember adalah sangat
tidak pantas bagi mereka yang dipimpin oleh Kitab Suci (WT 12/15/1979, h. 5)
Kita semua perlu menghadapi fakta bahwa Natal
dan musiknya adalah bukan dari Yehowah, Allah
kebenaran. Lalu apa sumber mereka?... Setan, Iblis itu (WT 12/15/1983, h. 7)
                 
Selain itu kita juga harus mampu bertahan dari berbagai serangan mereka terhadap keyakinan-keyakinan dasar iman Kristen. Untuk ini kita perlu sungguh tekun didalam belajar firman, melalui saat teduh, ibadah dan pembinaan yang dilakukan oleh gereja atau persekutuan. Itu semua menolong kita siap menghadapi SY atau berbagai penyesatan lainnya. Saya menyiapkan literatur bagi saudara yang ingin belajar lebih dalam tentang cara menghadapi SY. Banyak orang Kristen mengabaikan kebenaran-kebenaran dasar iman Kristen. Mereka hanya menjadi sekedar Kristen. Orang seperti ini tidak mempunyai pertahanan yang baik dari gempuran penyesatan.

Penutup
                Saya mengakhiri renungan hari ini dengan kisah saya dengan SY yang memberikan PR, yang saya temui seminggu kemudian. Setelah membaca berbagai buku dan bertanya kepada pembina-pembina rohani. Seminggu kemudian Saya menjawab mereka dengan dua argumen:
Pertama,  frasa ‘telah menciptakan aku‘ di Ams. 8:22. Bukanlah terjemahan yang tepat untuk kata Ibraninya (Qanani). Kata bisa diganti ‘memiliki,‘ ‘menyatakan,‘ ‘melahirkan.‘ Kata ‘menciptakan‘ di sini tidak sama dengan kata ‘menciptakan ‘ dalam Kej. 1:1.  Dari pilihan kemungkinan itu, saya lebih setuju memakai kata ‘menyatakan.‘ Jadi hikmat tidak diciptakan, tetapi hikmat dinyatakan.
Kedua, kalau Tuhan menciptakan hikmat, berarti sebelumnya hikmat tidak ada lalu menjadi ada, maka apakah Tuhan berhikmat sebelum ia menciptakan hikmat? Tidak mungkin Tuhan tidak berhikmat, jadi tidak mungkin Tuhan menciptakan hikmat. Kemungkinannya adalah Tuhan memiliki hikmat atau Tuhan menyatakan hikmat.
                Kira Tuhan menolong kita menghadapi penyesatan oleh SY. Amin.