Pemimpin yang Bervisi (Nehemia 1:1-4, Kisah Para Rasul 26:12-20)


             Suatu hal yang umum diterima bahwa seorang pemimpin harus mempunyai visi. Bill Hybels, dalam bukunya Kepemimpinan yang Berani, menyatakan bahwa visi adalah inti kepemimpinan. Visi adalah ’bahan bakar’ seorang pemimpin. Tanpa visi, pemimpin mati. Sendjaya mengatakan, ”Pemimpin tanpa visi sama sekali tidak dapat disebut pemimpin, sedangkan pemimpin yang memiliki suatu visi adalah pemimpin yang berbahaya, karena ia berpotensi mempengaruhi dunia.” Meski konsep ’pemimpin harus memiliki visi’ umum diterima, namun hal yang umum juga dialami bahwa seseorang yang belajar memimpin mengalami kebingungan menemukan visinya.
        Hari ini kita belajar dari dua pemimpin besar di dalam Alkitab. Mereka adalah Nehemia dan Paulus. Nehemia dan Paulus adalah pemimpin-pemimpin yang bervisi. Namun menariknya, mereka menemukan visi mereka dengan cara yang berbeda.
     Nehemia menemukan visinya ketika ia mendengar kabar tentang orang-orang Yahudi dan tentang Yerusalem dari Hanani (Neh. 2:2-3). Kabar dari Hanani menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi ada dalam kesukaran besar dan tercela. Sedangkan tembok Yerusalem dan pintu gerbangnya telah terbakar.
      Berita ini membuat Nehemia begitu prihatin (Neh. 2:4). Ia menangis, berkabung berpuasa dan berdoa. Dan pada kisah Nehemia selanjutnya, kita dapat melihat bahwa keprihatinannya ini mendorongnya untuk melakukan tindakan konkret, terencana dan berkesinambungan untuk membangun kota Yerusalem dan memulihkan kehidupan orang Yahudi.
      Nehemia menemukan visinya dari realita yang terjadi di bangsanya. Realita ini menimbulkan keprihatinan yang dalam bagi Nehemia. Keprihatinan tersebut mendorongnya melakukan tindakan yang konkret, terencana dan berkesinambungan bagi bangsanya. Inilah proses lahirnya visi bagi Nehemia.
     Cara Paulus menemukan visinya untuk pertama kalinya berbeda dengan Nehemia. Visi kepemimpinan Paulus ditemukannya dari perkataan Yesus kepadanya dalam perjalanannya ke Damsyik. Dalam perjalanan Paulus ke Damsyik untuk menangkap dan membunuh orang percaya, ia berjumpa dengan Yesus (Kis. 26:12-15). Perjumpaan dengan Yesus ini bukan hanya menjadi momen pertobatan Paulus, tetapi juga momen di mana ia menemukan visi kepemimpinannya.
      Paulus diberikan visi untuk menjadi pelayan dan saksi Kristus (Kis. 26:16-18). Paulus dikhususkan untuk menjadi pemberita Injil bagi bangsa Yahudi dan non-Yahudi. Untuk visi inilah Paulus mengabdikan hidupnya. Ia taat kepada visi tersebut. Ia memberitakan injil kepada orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem, di seluruh Yehuda, dan juga kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 26:19-20). 
      Paulus menemukan visi hidupnya dari perkataan Yesus kepadanya dalam perjalanannya ke Damsyik. Perkataan Yesus ini mendorong Paulus untuk melakukan tindakan konkret, terencana dan berkesinambungan untuk mewujudkan visi tersebut. Inilah proses lahirnya visi bagi Paulus.
     Kisah Nehemia dan Paulus memberikan gambaran utuh kepada kita tentang bagaimana kita dapat menemukan visi hidup atau visi kepemimpinan kita. Visi itu dapat dinyatakan melalui firman Allah yang kita baca dan melalui realita yang terjadi di sekitar kita.
       Visi dapat dinyatakan kepada pemimpin melalui pergumulannya dengan firman Allah (look to God) dan melalui keprihatinannya terhadap realita di sekitarnya (look around). Seorang yang mengabaikan firman Allah dan mengabaikan sekitarnya tidak akan pernah sampai kepada visinya.

Pertanyaan refleksi pribadi:
1.      Apakah saya paham visi Allah untuk saya kerjakan?
2.      Bagaimanakah keseriusan saya bergumul dengan firman Allah selama ini?
3.   Bagaimanakah saya dapat menunjukkan kepedulian saya bagi lingkungan di sekitar saya (keluarga, kampus, kota, bangsa)?
4.      Persoalan utama seorang Kristen sulit menemukan visinya adalah karena pengabaian akan Firman Allah dan pengabaian akan realita sekitarnya. Rancangkan langkah praktis untuk dilakukan demi menunjukkan keseriusan bergumul dengan firman Allah dan kepedulian terhadap realita di sekitar!

(dimuat dalam buku Acara KKRJB 2011 kolom saat teduh)